Serda Nicolas Sandi Harewan diacungi jempol terkait aksi heroiknya menyelamatkan karyawati yang nyaris diperkosa di dalam angkot di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Nicolas mengejar pelaku dengan motor Mio Soul-nya.
Berikut kronologi penyelamatan karyawati seperti yang diutarakan Nicolas di kantor Penerangan Kopassus, Markas Komando Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (25/7/2012):
Mendengar teriakan minta tolong
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejar-kejaran dengan pelaku
Angkot itu saya kejar dan mereka sadar bahw saya mengejarnya. Setelah saya ikuti saya kenali ciri-ciri mobil itu. Tapi pelaku saya tidak lihat karena di dalam mobil lampunya mati. Waktu berpapasan dengan lampu dari kendaraan lain dari arah berlawanan, saya lihat ada wanita meronta dan ada laki-laki, tapi saya tidak jelas jumlahnya.
Lempar helm pada pelaku
Nah, saya kejar angkot itu sampai di depan Makostrad di Gambir. Angkot tersebut masuk jalur busway dan terhalang taksi. Jadi angkot sempat berhenti, saya turun dari motor lalu saya kejar. Tapi saya tidak sempat menangkapnya. Saya cuma sempat melempar helm, tapi tidak kena pelaku di dalamnya karena angkot berhasil lolos lewat celah kosong setelah taksi berhasil masuk. Terus saya teriak: "Cepat kejar angkot itu!" Ada 5 motor lain yang mengejar, seperti warga atau polisi.
Karyawati dibuang di depan MA
Terus di depan gedung MA, saya lihat korban dibuang keluar. Korban shock berat dan saya parkir motor. Saya berusaha tenangin korban. Tunangan saya juga saya suruh tenangin korban dan saya melapor ke polisi di Polsek Gambir. Di kantor polisi saya ditanya, bersiap menjadi saksi? Saya bilang saya bersedia.
Korban dicekik
Kalau dari keterangan korban, dia ngaku ke saya belum sempat diperkosa, dia cuma dicekik dan tangannya dipegang. Korban mengucapkan banyak terima kasih.
Saya juga saat itu tidak bawa senjata. Kalau saya bawa senjata, mobilnya saya lumpuhkan. Tapi karena saya sedang cuti, senjata wajib ditinggalkan di markas.
Β
(nwy/nrl)











































