Nuraini Menangis Tahu-Tempenya Di-sweeping Paksa Koperasi Pengrajin

Nuraini Menangis Tahu-Tempenya Di-sweeping Paksa Koperasi Pengrajin

Silvanus Alvin - detikNews
Rabu, 25 Jul 2012 14:56 WIB
Nuraini Menangis Tahu-Tempenya Di-sweeping Paksa Koperasi Pengrajin
Suyanto (Alvin/ detikcom)
Jakarta -

Nuraini termangu menangis, punggungnya terguncang menahan isakan. Perempuan berusia sekitar 25 tahun ini ketakutan tatkala dagangannya yang berupa tempe dan tahu diambil paksa oleh anggota Primer Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti).

Nuraini bercerita saat itu dia hendak menjual dagangannya ke calon pembeli. Namun sekonyong-konyong anggota Primkopti yang sedang melakukan sweeping tahu-tempe di Pasar Rawamangun mendatangi lapaknya.

"Tadi ada ibu-ibu yang mau beli tahu. Eh malah diambil, sudah gitu marah-marah," ujarnya di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (25/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bapak Nuraini, Agus Rafli, yang mendapati anaknya menangis langsung menyatakan kekecewaannya. Sementara anggota Primkopti langsung membubarkan diri.

"Sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi caranya nggak begini! Anak saya sampai nangis ketakutan," protesnya.

Sekjen Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Gabkoptindo) Suyanto, yang memimpin sweeping, mengatakan justru pedagang yang menyakiti para pengrajin. Sebab sudah ada kesepakatan pedagang tidak akan berjualan tempe tahu lagi.

"Justru gini kalau mereka berjualan, mereka menyakiti hati kami ini yang semula sudah sepakat melakukan mogok produksi. Bukan kami yang menyakiti hati mereka tapi mereka yang menyakiti hati kami. Kita sudah sepakat, kenapa mereka masih jualan?" terangnya di lokasi yang sama usai sweeping.

Suyanto mengatakan akan terus melakukan sweeping selama mogok produksi, 25-27 Juli 2012. Dia meminta pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai.

"Intinya kami menuntut pada pemerintah. Yang pertama, stabilkan harga kedelai, kemudian yang kedua swasembada kedelai seperti yang diprogamkan pemerintah bahwa tahun 2014 swasembada kedelai. Kemudian yang ketiga pemerintah menunjuk BUMN/Bulog menangani kedelai kembali. Dan sekaligus kedelai jadi komoditi yang diawasi pemerintah," tuturnya.

(gah/nwk)


Berita Terkait