"Di bulan suci ini, semua yang dirasakan rakyat yang masih belum puas, kritik dari luar negeri harus diterima lapang dada meski banyak juga prestasi, capaian yang telah saudara capai," ujar Presiden SBY dalam pidaton pembukaan rapat di Gedung Sasana Bina Karya, Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Menurut SBY, meski banyak prestasi yang dicapai dalam masa pemerintahannya, hal itu tak tampak di mata masyarakat. Menurutnya yang tampak di masyarakat hanya kegagalan-kegagalan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden mengingatkan semua pejabat agar tidak kendor, lalai, permisif, dan tidak adil. Menurutnya saat ini keadilan sangat penting di negeri ini.
"Bukan sejumlah analis, pengamat, dan politisi tapi akhirnya masyarakat Indonesia yang akan menilai," imbuhnya.
"Silakan sampaikan prioritas, apa yang tercapai, kendala, menyangkut sumberdaya dan anggaran. Apakah ada hambatan di menkeu atau DPR," pinta presiden kepada jajarannya.
Selain Jaksa Agung Basrief Arief, rapat dengan topik pemberantasan korupsi, sinkronisasi penegakan hukum & masalah pertanahan juga diikuti oleh Kapolri Timur Pradopo dan Kepala BPN Hendarman Supanji. Rapat dipimpin Presiden SBY dan Wapres Boediono.
Pejabat lainnya yang hadir dalam rapat pagi ini di antaranya adalah, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkominfo Tifatul Sembiring dan Menkeu Agus Martowardoyo. Hadir pula Panglima TNI, Gubernur NTB, Gubernur Sulawesi Tenggara dan plt. Gubernur Sumatera Utara.
(mpr/nal)











































