"Kalau saya, setelah ketemu KPK, betul-betul salah, saya nggak mau ganggu partai. Saya akan mundur, non aktif (di DPR). Saya sampai mati itu PDIP," kata Emir di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Emir menegaskan dirinya tidak tahu apa-apa mengenai kasus yang melilitnya. Dia berharap dapat segera bertemu KPK untuk mengetahui kejelasan kasusnya.
"Terus terang aja saya sendiri belum tahu substansinya apa, saya masih menduga-duga," ujarnya.
Emir ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus PLTU Tarahan, Lampung. Ia sudah dicegah oleh KPK.
(tor/mad)











































