"Saya minta rokok tapi cuma diberi satu batang, saya tidak mau," aku Deddy dalam gelar perkara di Polsek Gayamsari, Semarang, Rabu (25/7/2012).
Peristiwa tersebut terjadi 14 Juli lalu pukul 04.00 WIB. Ketika itu, korban dan temannya sedang melintas di Jalan Barito Semarang dan dihentikan oleh tersangka bernama Deddy Irawan untuk dimintai rokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman saya, Tomo meneriaki polisi itu. Lalu mereka (polisi dan temannya) kembali dan menghampiri kami," kata Deddy.
Para preman yang berjumlah 5 orang sedikit keder saat dihampiri Briptu Hardi. Karena takut, Deddy mengeluarkan parang dan Tomo menyiapkan martil, sedangkan tersangka lain, Tri Wibowo Adi meski kakinya masih dalam keadaan sakit dan menggunakan tongkat penyangga, bersiap dengan samurainya. Sementara itu dua tersangka lainnya, Rizky Maghenta dan Sandy, menggunakan tangan kosong.
Bentrok pun terjadi. Martil milik Tomo mendarat di kepala Briptu Hardi Santoso. Salah satu benda tajam juga menyabet bagian dada polisi tersebut. Melihat kejadian itu, teman korban, Sugeng Widodo melarikan diri dan meninggalkan sepeda motornya.
"Mas Tomo juga langsung kabur sambil membawa motor korban yang ditinggal lari," ungkap Deddy.
Dalam keadaan luka parah, Briptu Hardi berhasil merebut parang milik Deddy yang hendak melarikan diri, ia pun dilarikan ke RS. Menurut pengakuan tersangka, kelompoknya membawa senjata tajam dengan tujuan mencegat orang yang sebelumnya menodong tersangka Adi dan istrinya. "Kami mau nyegat orang ciri-cirinya rambut kliwir di belakang," tutur Adi.
Dari hasil penyelidikan, tiga dari 5 pelaku pengeroyokan berhasil diringkus dan diamankan pihak kepolisian. "Kami sudah berhasil menangkap tiga pelaku. Yang masih kurang tersangka Tomo dan Sandy," kata Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP Nengah WD.
"Saat kejadian pelaku masih dalam keadaan mabuk," imbuhnya.
Saat ini, Briptu Hardi yang terluka parah masih dirawat di RS Bhayangkara Semarang.
(alg/trw)










































