Selain Nicolas, sedikitnya ada empat aksi heroik lain yang terjadi di Indonesia. Para 'pahlawan' itu berani melawan pelaku kejahatan, bahkan sampai harus mengorbankan nyawanya. Mereka adalah:
Β
Β
Β
Dua Satpam Heroik IPB
|
Reka ulang kasus penembakan
|
Aksi ini terjadi pada 25 Mei 2012 lalu di areal masjid IPB di Darmaga, Bogor, Jawa Barat. Penembakan ini terjadi sesaat sebelum salat Jumat berlangsung. Dua pelaku beraksi dengan menggunakan motor Vario hitam.
Saat hendak mencuri motor di masjid tersebut, mereka kepergok oleh Suhardi dan Supriyatna. Sempat diringkus, namun rupanya si perampok membawa senjata api dan langsung menembaki dua satpam yang telah bertuga lama di IPB itu.
Kini, para pelaku penembakan telah ditangkap. Polisi pun sedang mengembangkan sindikat pencurian motor yang kerap meresahkan warga di kawasan Bogor tersebut.
Satpam Heroik Ampera
|
ilustrasi senjata penembakan
|
Β
Kejadian ini berawal ketika Amsyar memergoki seorang perampok yang berusaha mencuri motor di kantornya. Perampok itu lalu kabur tanpa berhasil mengambil barang. Amsyar pun mengejarnya.
Namun, setibanya di dekat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Amsyar ditembak. Dua selongsong peluru ditemukan di tempat kejadian perkara. Pelaku hingga saat ini masih belum ditemukan.
Β
Amsyar meninggalkan istri Saidah (41), dan empat orang anak, yaitu Alam Kori (14), Nurul Aini (13), Surya AH (6), dan Rara Ayu (3,5).
Aksi Heroik 2 PNS Cirebon
|
|
Penembakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB sekitar bulan Mei tahun 2010. Dua PNS itu baru saja mengambil uang sebesar Rp 529 juta di Bank Jabar untuk 370 guru di Kecamatan Kesambi. Rupanya, mereka sudah dikuntit oleh para perampok.
Menurut saksi mata, sempat terjadi kejar-kejaran antara korban dan perampok, kedua perampok yang naik sepeda motor sempat menembakkan peluru peringatan. Namun, dua korban yang juga mengendarai sepeda motor tetap melaju kencang untuk mengejar. Aksi berhenti setelah perampok menembak korban. Sedikitnya, ada empat atau lima tembakan di tubuh korban.
Aksi Heroik PJR di Cipularang
|
|
Perampokan ini berawal saat sebuah mobil Avanza yang mengangkut perhiasan emas berjalan dari Bandung ke arah Cirebon. Ada tiga orang karyawan yang ada di mobil itu mereka adalah Eko, Oki dan Bejo.
Saat melintas di Jl Cadas Pangeran mobil mereka dipepet oleh dua kendaraan berisi perampok. Para perampok kemudian mengancam tiga karyawan itu dengan menggunakan senjata api rakitan dan juga golok.
Petugas kemudian mengadakan pengawasan mobil yang melintas di Cipularang. Saat itulah petugas PJR melihat Avanza yang digunakan perampok itu melintas. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan.
Di KM 82, mobil itu berhasil dihentikan petugas. Para perampok sempat mengarahkan senjatanya ke petugas. Namun mereka menyerah karena petugas terlebih dulu mengarahkan senjatanya.
Dalam mobil Avanza tersebut petugas menemukan senjata api rakitan, golok dan juga kunci inggris. Namun tidak menemukan 10 kg emas yang dirampas para perampok ini. Ternyata emas itu tidak diangkut menggunakan Avanza yang diringkus polisi.
Aksi Heroik Anggota Kopassus Gagalkan Perkosaan
|
Angkot tempat kejahatan
|
Nicolas ketika itu tengah berboncengan bersama sang kekasih di kawasan itu, Senin 23 Juli sekitar pukul 23.00 WIB. Nicolas langsung mengejar angkot berupa Daihatsu Gran Max bernopol B 1106 VTE warna putih tersebut.
Nicolas memepet angkot dan menarik tangan sang sopir hingga keluar dari jendela. Ia menggertak sopir itu supaya segera menurunkan si karyawati.
Nicolas lalu meminta pacarnya menolong karyawati yang didorong dari angkot. Sopir dan 4 rekannya langsung tancap gas. Nicolas kemudian menuju Pos Polisi Merdeka Barat dan mengejar pelaku hingga akhirnya tertangkap.
Atas aksinya, Nicolas akan diganjar penghargaan.
Halaman 2 dari 6











































