Banjir bandang landa Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (24/7) malam. 10 Orang sempat hilang akibat terseret arus. Diduga siklon tropis Vicente turut memicu banjir tersebut. Sebab keberadaan siklon ini berdampak pada fenomena hujan deras disertai badai di utara ekuator Indonesia.
"Fenomena adanya hujan deras ini di beberapa daerah di utara ekuator Indonesia, juga dipengaruhi siklon tropis Vicente yang ada di Laut China Selatan," terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Rabu (25/7/2012).
Siklon ini berada di 21,1 lintang utara dan 114,2 bujur timur, atau sekitar 2.010 km sebelah utara timur laut Natuna. Siklon tropis Vicente memberikan dampak hujan dengan intensitas ringan-sedang-tinggi di wilayah Sumatera bagian utara dan barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gelombang dengan ketinggian 4 hingga 5 meter berpeluang terjadi di Laut China selatan bagian utara," imbuh Sutopo.
Banjir bandang yang melanda Padang pada pagi ini telah surut. 10 orang yang sempat dinyatakan hilang juga telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Beberapa daerah masih digenangi air. Antara lain hilir sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, Seberang Padang, Batang Anai, sungai Kurao Pagang, perumahan di Banda Gadang Gunung Pangilun, dan bantaran hulu sampai hilir Sungai Batang Kuranji meliputi daerah Limau Manis, Kuranji, dan Siteba.
Semalam jumlah korban banjir bandang yang berada di pengungsian diperkirakan mencapai 1.200 jiwa yang dibagi di dua titik penggungsian yaitu di Kecamatan Limau Manis dan Kecamatan Bandar Gadang. Sebagian masyarakat telah kembali ke rumahnya.
(/nrl)











































