Suharto, Korban Tabrak Lari Terus Menunggu Operasi Dokter RS Sanglah

Suharto, Korban Tabrak Lari Terus Menunggu Operasi Dokter RS Sanglah

Indra Subagja - detikNews
Selasa, 24 Jul 2012 16:53 WIB
Suharto, Korban Tabrak Lari Terus Menunggu Operasi Dokter RS Sanglah
Foto: Sigit
Denpasar - Suharto hidup sebatang kara. Dia juga masuk golongan tak berpunya. Tidak heran kala dia menjalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar, tetangga-tetangganya memberikan bantuan dana. Tapi, apa daya, pihak rumah sakit tak kunjung melakukan operasi.

"Pihak rumah sakit meminta ada yang menjamin untuk operasi dan juga biaya," kata Sigit Widodo, seorang warga yang menemani Suharto, Selasa (24/7/2012).

Suharto ditabrak sebuah sepeda motor pada Sabtu (21/7) di kawasan Jl Teuku Umar Barat, Denpasar. Suharto ditabrak selepas menunaikan ibadah salat subuh. Saat melihat Suharto terkapar di jalan, jamaah masjid ramai-ramai membawa pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang bangunan itu klinik terdekat, sebelum akhirnya dibawa ke RSUP Sanglah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di rumah sakit tidak ada dokter yang melakukan penanganan. Pak Suharto hanya diberi infus saja," imbuh Sigit.

Salah satu alasan yang dia dengar, pihak rumah sakit mengkhawatirkan soal biaya. Akhirnya, warga pun mengumpulkan sumbangan untuk biaya pengobatan Suharto yang dirawat di ruang MS kamar 204.

"Dari warga terkumpul uang Rp 16 juta dan ada uang dari Jasa Raharja bantuan perawatan Rp 10 juta," jelas Sigit.

Suharto merupakan warga kelahiran Malang. Dia tinggal di kawasan Jl Teuku Umar Barat sebagai pekerja serabutan dan juga pemulung. Baru 2 hari dia bekerja sebagai tukang bangunan. Suharto juga diketahui, sudah menjual sepeda ontel tuanya seharga Rp 30 ribu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Informasi yang kita dapatkan, butuh biaya besar untuk memberikan perawatan pada Suharto. Butuh 4 dokter untuk melakukan operasi, perlu dokter mata, syaraf, plastik, dan ortopedi," terang Sigit.

Sigit dan sejumlah warga lainnya pun membuka pundi amal untuk membantu biaya perawatan Suharto. Bagi yang ingin menyumbang dipersilakan menyalurkan sumbangan ke rekening BCA KCP Kuta 4040233291 a/n Sigit Sambodo.

"Saya dan warga berharap ada sumbangan agar bisa membantu pengobatan Pak Suharto. Kita belum bisa seperti di luar negeri, di mana nyawa manusia itu harus yang utama," kata Sigit lirih.

Sementara itu, pihak RS Sanglah yang dikonfirmasi menegaskan, pengobatan Suharto bukan karena terkendala biaya. Tetapi soal siapa yang siap tanda tangan sebagai penanggung jawab.

"Sudah dirawat, kita tidak menelantarkan pasien. Uang itu belakangan, kemanusiaan yang utama," kata bagian informasi RS Sanglah, Made Sri Wiyasih, saat dikonfirmasi.

Kendala dari rumah sakit, karena Suharto sebatang kara, sehingga tidak ada yang bertanggung jawab. Kalau ada sesuatu hal terjadi pada diri Suharto saat operasi, tentu yang tanda tangan itu yang bertanggung jawab.

"Pasien ini tanpa keluarga, terlantar. Rencananya kita mau operasi tapi tidak ada yang tanggung jawab. Nanti kita disuruh tanggung jawab. Dokter sudah merencanakan melakukan operasi plastik, kondisi pasien frakturnya banyak," tuturnya.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini