"Bagi kami PKS, survei itu tentu mengejutkan. Bagi kami itu suatu ancaman, apalagi kalau kemudian PT (parliamentary threshold) nya tetap 3,5 persen, kita bisa tidak lolos," kata Nasir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7/2012).
Nasir menyebut hasil itu menjadi acuan bagi PKS untuk berbenah diri. "Hasil itu menjadi cemeti bagi kami untuk berbenah diri," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Litbang Kompas melakukan jajak pendapat pada 16-19 Juli 2012 di 33 ibu kota provinsi. Jumlah responden 1.008 orang dengan sampling error 3,1 persen.
PKS menjadi salah partai yang mengalami penurunan dalam survei itu. Jika pemilu diadakan saat ini, PKS hanya akan memperoleh 2,5 persen suara. Dari jumlah responden itu ada 3 persen yang pada 2009 lalu memilih PKS.
(fjp/ndr)











































