"Hal tersebut sebagai lecutan dan inputan yang berharga. Walaupun saat ini kami mencoba mengkritisi beberapa metodologi survei-survei," jelas Wakil Ketua DPP PKS wilayah Banten-Jakarta-Jabar, Yudi Widiana, saat dikonfirmasi, Selasa (24/7/2012).
Yudi justru menyoroti jumlah angka massa mengambang yang cukup besar dalam survei itu. Tercatat, ada sekitar 30 persen. Yudi menilai, hal tersebut dipengaruhi juga karena pemberitaan atas parpol yang kurang bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal lainnya, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mandiri dan kadar paternalistik berkurang. Dengan demikian harapan PKS untuk menggaet massa sangat besar, tetapi dampaknya Indonesia akan masuk kepada tren politik pencitraan.
"Bukan pada politik kinerja yang sesungguhnya sebagai partai yang melakukan pendidikan politik dan penyadaran politik serta agregasi kepentingan yang matang," tuturnya.
Seperti dikutip dari Kompas, Selasa (24/7/2012), berdasarkan hasil survei Litbang Kompas pada 16-19 Juli 2012 di 33 ibu kota provinsi dengan melibatkan 1.008 responden dan sampling error 3,1 persen, PKS dan PAN menurun suaranya dibanding 2009.
Dalam survei yang digelar Kompas ini, yang mencatat kenaikan signifikan adalah Gerindra, pada 2009 lalu ada 1,5 persen responden yang memilih Gerindra. Namun, bila pemilu digelar saat ini, Gerindra mendapatkan kenaikan signifikan, 6,4 persen. Nah, muka baru Partai NasDem juga cukup mengejutkan. Pada 2009 nama mereka belum tercatat, tapi bila pemilu digelar saat ini, ada 4,5 persen pemilih yang akan menentukan pilihan pada NasDem.
(ndr/nrl)










































