NU Sambut Baik Tawaran Kursi Menteri Agama dari SBY

NU Sambut Baik Tawaran Kursi Menteri Agama dari SBY

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2004 17:06 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyambut positif tawaran kursi menteri agama yang dijanjikan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Untuk mencari orang yang tepat, sebaiknya SBY konsultasi dengan Rais Am PBNU.Hal ini disampaikan oleh Wakil Katib Syuriah PBNU Fachri Taha Ma'ruf saat berbincang-bincang dengan wartawan detikcom dan Duta Masyarakat di kantornya, lantai dua, gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2004).Menurut Fachri, keinginan SBY untuk memberikan kursi menteri agama kepada kader NU, menunjukkan bahwa keluarga besar NU masih memiliki potensi dan kapasitas untuk duduk di pemerintahan. "Saya kira Pak SBY memiliki pandangan khusus terhadap kapasitas dan potensi warga NU untuk ikut dalam peemrintahan. Saya kira hal itu positif saja," kata dia.Fachri menyatakan, saat ini NU tetap menjunjung netralitas dalam politik berdasarkan khittah 1926. Meski begitu, dirinya tetap mencermati kenyataan dan realitas yang berkembang saat ini. "Realitas warga NU yang ikut dalam politik nasional, tidak hanya terfokus pada Pak Hasyim Muzadi (ketua umum PBNU nonaktif) saja. Tidak sedikit juga warga NU yang memberikan perhatian kepada SBY," tegas Fachri.Fachri tidak sepakat bila tawaran SBY tentang kursi menteri agama itu sebagai usaha untuk memecah belah NU, terkait saat ini Hasyim Muzadi menjadi cawapres pendamping Megawati. "Saya kira sangat tidak seperti itu (memecah belah NU)," ungkapnya.Menurut dia, SBY sangat paham dengan NU. "Waktu saya meneima SBY datang ke sini, SBY mengatakan NU sebagai ormas terbesar harus berperan tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia internasional. Atas anggapan dari SBY seperti itu, justru warga NU harus berterima kasih," ujarnya.Ketika ditanya siapa yang akan direkomendasikan PBNU untuk menduduki menteri agama apabila SBY menang, Fachri tidak bisa menjawabnya, karena tidak berwenang. "Saya kira bukan kewenangan saya. SBY bukan melihat kepada person, melainkan kepada institusi, yaitu kepada NU-nya. Jadi, kalau SBY mau mengangkat menteri agama dari kalangan NU, maka secara institusi dia harus bertanya dulu kepada Rais Am NU," kata dia.Pada kesempatan itu, Fachri juga mengakui di antara orang-orang dekat SBY, ada juga orang NU. "Tapi, kalau untuk menentukan siapa calon menteri agama itu, itu terserah dari SBY-nya. Dan juga hal ini merupakan rekomendasi dari Rais Am," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait