Duh! Sejak Moratorium, Ada 5.000 TKI Nekat Dikirim ke Yordania

Duh! Sejak Moratorium, Ada 5.000 TKI Nekat Dikirim ke Yordania

- detikNews
Selasa, 24 Jul 2012 08:57 WIB
Duh! Sejak Moratorium, Ada 5.000 TKI Nekat Dikirim ke Yordania
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Yordania diberlakukan sejak 29 Juli 2010. Namun sejak itu, ribuan TKI justru dikirim tanpa dokumen yang sah. Tercatat ada pengiriman 5.000 TKI ilegal.

"Dalam masa moratorium penempatan TKI ke Yordania yang diberlakukan sejak 29 Juli 2010, terdapat sekitar 5.000 orang ditempatkan oleh sejumlah pihak untuk bekerja sebagai TKI PLRT di Yordania dengan dokumen tidak resmi," ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (24/7/2012).

Para TKI itu sebelumnya telah mendapatkan visa untuk masuk ke negara tersebut. KBRI Amman telah menampung sekitar 350 TKI yang kabur dari rumah majikannya. Tidak semua dari mereka datang ke KBRI sendiri, namun ada yang diantar pihak lain.
 
"250 Orang di antaranya datang sendiri ke KBRI, dan sisanya melalui pengantaran pihak lain," jelas Jumhur.
 
Menurutnya, pemerintah melalui KBRI telah memproses pemulangan 350 TKI itu ke Kementerian Perburuhan serta pihak imigrasi, namun sejauh ini pemerintah Yordania belum memberikan izin keluar dalam bentuk 'exit permit'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala bertemu dengan pejabat Kementerian Perburuhan Yordania pada 17 Juli lalu, Jumhur menegaskan keberadaan para TKI itu sebagai korban pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu pemerintah Indonesia terus berupaya memulangkannya ke Tanah Air. Biaya pemulangan TKI ini juga menjadi tanggungan pemerintah RI. Jumhur berasa di KBRI Amman terkait kunjungan kerja pada 14-17 Juli, yang dilanjutkan ke Kuwait pada 17-19 Juli 2012
 
"Kita mengharapkan pemerintah Yordania bersikap kooperatif untuk upaya pemulangan para TKI korban perdagangan orang itu," tambah dia.
 
Jumhur menyampaikan Kementerian Perburuhan Yordania berjanji mengatasi nasib para TKI itu selambatnya akhir Ramadan ini. Masalah itu pun mulai menjadi keprihatinan serius Perdana Menteri Yordania, Fayez Tarawneh, beserta jajarannya.

Saat bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Demokrasi dan Masalah Global, Maria Otero di KBRI Amman 16 Juli lalu, AS pun bersedia membantu memulangkan TKI yang menjadi korban perdagangan orang dari Yordania.

"Pemerintah AS berkomitmen untuk ikut membantu pemulangan para TKI korban perdagangan orang di Yordania, dengan mengupayakan lobi pemerintah setempat dan atas upaya kerasnya dalam memerangi praktik perdagangan orang di muka bumi," kata Jumhur.

(/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini