Demikian ungkap Ketua KPU Husni Kamil Malik tentang materi pembicaraan dengan Presiden SBY. Pertemuan berlangsung di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/7/2012).
"Karena semua kontestannya baru dan berjuang untuk menang, prediksi beliau ini bisa menyebabkan konflik. Kami di KPU diingatkan mengelola dengan baik," ujar Husni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kasus yang dicontohkan adalah penyusunan dan penetapan DPT. Pelaksanaannya memang menjadi tuugas KPU namun pemerintah, partai politik dan warga masyarakat juga bertanggungjawab untuk menghasilkan DPT 2014 yang akurat.
"Bahwa persoalan masa lalu harus dijadikan pelajaran bagi KPU sekarang untuk tidak mengulanginya dan bagaimana bisa memperbaikinya," sambung Husni.
"Masih ada dualisme wewenang antara pemerintah dengan pihak lain. Itu yang sekarang kita garap," ujar Zaini.
Masalah lain yang disinggung Zaini kepada SBY adalah tentang muatan dari sejumlah produk hukum nasional yang pelaksanaannya di lapangan akan sangat berkaitan dengan Pemprop NAD. Di antaranya RPP Migas, pembinaan PNS, perpres Badan Pertanahan Aceh dan kabupaten.
(lh/fdn)











































