"Dari 139 kasus kekerasan antar sesama pelajar tingkat SMP dan SMA ditemukan di antaranya 12 orang meninggal dunia, selebihnya luka berat dan ringan," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait.
Hal itu disampaikan dia di kantor Komnas PA, Jl TB Simatupang No 33, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (23/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap bulannya, Komnas PA menerima 100 pengaduan kekerasan terhadap anak. Ada empat isu kekerasan pada anak yang diterima Komnas PA yakni eksploitasi ekonomi, eksploitasi seksual, penjualan, dan penculikan anak.
"Komnas PA sendiri sudah menerima 686 kasus pelanggaran hak anak, dan angka ini diprediksi akan terus meningkat pada semester kedua tahun 2012," lanjut Arist.
Arist mengatakan tingginya angka pengaduan kekerasaan terhadap anak menunjukkan sosok yang seharusnya menjadi benteng perlindungan justru menjadi pelaku kekerasa.
"Saat ini justru menjadi pelaku utamanya. Keluarga atau orang tua yang oleh UU Perlindungan Anak adalah salah satu pilar penanggung jawab perlindungan anak, ternyata telah gagal bahkan menjadi pihak yang menakutkan anak," tutur Arist
Tidak berselang lama konfrensi pers 'Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak' tersebut, Komnas PA kedatangan tamu. Seorang ibu bernama Selly Viana yang tinggal di kost daerah Cililitan, Jakarta Timur. Dia datang bersama M, anaknya yang berumur 12 tahun. Selly ingin melaporkan tindak kekerasan yang dialami anaknya.
"Saya ke sini melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan ayahnya anak saya," ujar Selly sembari menangis tersendu-sendu.
Selly menceritakan awal mula tindak kekerasan yang dilakukan mantan suaminya. Selly bercerai dengan suaminya pada 2011.
"Anak saya yang kedua tinggal dengan papinya, namun bebrapa kali saya tengok anak saya merasa prihatin karena melihat sikap papinya yang memukuli anak saya tanpa sebab apapun," terangnya.
Merasa putus asa, Selly pun mengadu ke Komnas PA. "Saya sudah pernah lapor ke Polsek Kramatjati namun kata petugas untuk tindak kekerasan pada anak ditangani oleh polres. Saya diminta untuk konsultasi terlebih dahulu terhadap Komnas PA," ujar Selly sambil mememeluk anaknya.
(/nwk)











































