Di UGM Muncul Leaflet Samakan SBY dengan Soeharto Muda

Di UGM Muncul Leaflet Samakan SBY dengan Soeharto Muda

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2004 16:10 WIB
Yogyakarta - Hari pertama pelaksanaan Opspek di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada hari ini, Rabu (25/8/2004) sempat beredar sebuah leaflet bergambar calon presiden (capres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan presiden Soeharto.Tidak hanya saat Opspek digelar saja, namun kantor pers mahasiswa Majalah Mahkamah Fakultas Hukum UGM pun juga sempat menerima kiriman leaflet tersebut.Leaflet itu sempat ditemukan saat berlangsung acara pembukaan Opspek UGM di depan gedung Graha Sabha Pramana sekitar pukul 09.00 WIB. Leaflet tersebut disebarkan dengan cara menaruh di jok sepeda motor milik mahasiswa baru yang diparkir di sekitar lokasi.Leaflet itu disebarkan bersama-sama sebuah informasi rumah makan dan jasa/informasi kos-kosan. Namun hingga kini belum diketahui siapa yang menyebarkannya. Bahkan pihak universitas pun belum mengetahui adanya selebaran tersebut.Leaflet dengan ukuran sekitar setengah kuarto itu dilipat menjadi dua. Di halaman muka bergambar foto hitam putih SBY dengan seragam militer. Di halaman dalam bergambar foto hitam putih Soeharto waktu masih muda juga dengan seragam militer.Untuk menekankan senyuman seorang jenderal, foto/gambar SBY dilubangi tepat di bagian mulut sehingga tembus dengan gambar mulut dan senyuman bibir Soeharto. Sedangkan di halaman dalam lainnya tertulis "Masih Ingat Suharto Muda! Jangan Mudah Terkecoh oleh Senyuman Jenderal." Selain itu tertulis pula lembaga yang menerbitkan yakni Forum Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia.Hal serupa juga terjadi di sekretariat pers mahasiswa "Mahkamah" Fakultas Hukum UGM yang menerima ratusan leaflet dan sebuah buletin berisi mengenai langkah-langkah SBY. Akibat kiriman ratusan leaflet itu sempat membuat bingung beberapa pengurus pers mahasiswa.Pimpinan Redaksi Majalah Mahkamah, Anwar Chumaini, kepada wartawan mengatakan pihaknya tidak tahu menahu mengapa Majalah Mahkamah mendapat kiriman leaflet dan buletin itu. Untuk itu pihaknya akan konfirmasi ke kantor ICW mengenai kebenaran pengiriman leaflet tersebut dan sekitar 500 lembar leaflet itu masih tersimpan di sekretariat Mahkamah."Kita akan konfirmasi langsung kepad pengirimannya dan secepatnya akan melaporkan kepada Panwaslu DIY," katanya.Menurut Anwar, leaflet dikirimkan bersama buletin tersebut lewat pos tertanggal penerimaan (23/8/2004) dan diterima pengurus pada hari Selasa (24/8/2004) dengan nomor resi pengiriman pos 3595445.Alamat pengirim adalah kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) dengan alamat Kalibata Timur IV D No 6 Jakarta Selatan. Sedangkan nama lembaga yang yang menerbitkan buletin adalah National Democratic Institute for International Affairs (NDI) dengan alamat Jl S. Parman No 81, Slipi, Jakarta.Sedangkan isi buletin itu antara lain mengenai langkah-langkah SBY saat berkarir di militer, SBY tidak setujui reformasi, tragedi Mei 98, SBY usul kudeta Pemilu 1999, SBY tidak setuju berdirinya partai Islam, SBY usulkan pengampunan untuk Suharto, SBY di kabinet Gus Dur, SBY mundur di kabinet Gus Dur, SBY di kabinet Megawati dan SBY mundur di kabinet Megawati dan disertai beberapa foto berwarna SBY. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads