Hasyim: Ketegangan NU Berakhir Setelah Pilpres
Rabu, 25 Agu 2004 15:50 WIB
Surabaya -
"Semua ketegangan yang terjadi di dalam Nahdlatul Ulama akan segera berakhir setalah 20 September, setelah terpilihnya capres-cawapres," kata Cawapres Hasyim Muzadi.Demikian disampaikan Cawapres Hasyim Muzadi dalam acara silahturahmi kader NU dan Serikat Sopir Indonesia (SSI) di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Rabu (25/8/2004).Ungkapan Hasyim langsung disambut tepuk tangan meriah dari 500-an peserta yang hadir dalam acara tersebut. Hasyim meminta semua komponen NU bersatu dan tidak boleh dipecah oleh siapapun.Dalam acara itu, Hasyim mengaku mengemban dua tugas berat. Pertama, sebagai cawapres dirinya harus berfikir jauh untuk memenangkan pilpres putaran kedua. "Kedua, sebagai Ketua NU saya tidak ingin NU terpecah belah. Pilpres memang mahal tetapi lebih mahal jamaiyah NU," ujarnya.Saat Hasyim turun dari mimbar, panitia mengajak warga NU untuk memilih capres-cawapres yang menjamin terakomodasinya aspirasi dan kepentingan rakyat serta warga NU.Kedua tokoh NU yakni Hasyim dengan Gus Dur sempat terjadi 'ketegangan' ketika Gus Dur tidak merestui pencalonan Hasyim sebagai cawapres yang akan mendampingi Megawati.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































