Pengguna KRL Minta Kereta Ditambah Saat Menjelang Buka Puasa

Pengguna KRL Minta Kereta Ditambah Saat Menjelang Buka Puasa

Nala Edwin - detikNews
Senin, 23 Jul 2012 11:01 WIB
Pengguna KRL Minta Kereta Ditambah Saat Menjelang Buka Puasa
Jakarta - Kepadatan selalu terjadi di KRL menjelang waktu buka puasa. Warga yang ingin buka di rumah dan melaksanakan salat tarawih menyemut di stasiun sehingga membuat kereta luar biasa padat.

"Kita minta agar ada penambahan kereta sehingga warga yang ingin berbuka puasa di rumah dan melaksanakan salat tarawih bisa terangkut," kata Humas KRL Mania, Agam Fatchurrochman, Senin (23/7/2012) kepada detikcom.

Agam mengatakan, dengan penambahan ini maka semua akan mendapatkan keuntungan. "KRL bisa awet karena tak beroperasi di luar batas dan penumpang senang karena ada tambahan perjalanan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rofiq, seorang pengguna KRL, menceritakan pada Jumat (20/7), di saat sebagian warga sudah berpuasa, kondisi KRL sangat padat. Pada pukul 17.35 WIB penumpang jurusan Jatinegara-Bogor sangat penuh, sehingga banyak penumpang yang tidak terangkut. Rofiq mengabadikan kepadatan itu dengan judul "Penyiksaan di Awal Ramadhan (KRL Jabodetabek)" yang diuploadnya di Youtube.

"Untuk itu kami mohon dengan sangat agar dipertimbangkan penambahan perjalanan di jalur tersebut," harapnya.

Membeludaknya penumpang di saat berbuka puasa ini merupakan kejadian yang tiap tahun berulang sehingga seharusnya bisa diantisipasi PT KAI. "Ini selalu berulang setiap tahunnya," kata Rofiq.

Sementara itu, Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq mengatakan, penambahan KRL tidak semudah menambah perjalanan bus. Hal ini disebabkan perjalanan KRL harus teratur dan melihat perjalanan kereta jarak jauh yang juga melintas di Jakarta.

"Penambahan kereta tidak semudah penambahan bus, karena kalau tidak diatur dengan baik bisa tabrakan," katanya.

Mateta mengatakan, saat ini PT KAI sedang mengupayakan penambahan gerbong KRL untuk bisa mengangkut lebih banyak penumpang. Menurutnya jika hal ini bisa dilakukan maka KRL yang awalnya menarik 8 gerbong akan menarik 10 gerbong.

"Saat ini masih proses, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa dilakukan," katanya.

(nal/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini