"Kita minta agar ada penambahan kereta sehingga warga yang ingin berbuka puasa di rumah dan melaksanakan salat tarawih bisa terangkut," kata Humas KRL Mania, Agam Fatchurrochman, Senin (23/7/2012) kepada detikcom.
Agam mengatakan, dengan penambahan ini maka semua akan mendapatkan keuntungan. "KRL bisa awet karena tak beroperasi di luar batas dan penumpang senang karena ada tambahan perjalanan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk itu kami mohon dengan sangat agar dipertimbangkan penambahan perjalanan di jalur tersebut," harapnya.
Membeludaknya penumpang di saat berbuka puasa ini merupakan kejadian yang tiap tahun berulang sehingga seharusnya bisa diantisipasi PT KAI. "Ini selalu berulang setiap tahunnya," kata Rofiq.
Sementara itu, Kahumas Daops I Mateta Rizalulhaq mengatakan, penambahan KRL tidak semudah menambah perjalanan bus. Hal ini disebabkan perjalanan KRL harus teratur dan melihat perjalanan kereta jarak jauh yang juga melintas di Jakarta.
"Penambahan kereta tidak semudah penambahan bus, karena kalau tidak diatur dengan baik bisa tabrakan," katanya.
Mateta mengatakan, saat ini PT KAI sedang mengupayakan penambahan gerbong KRL untuk bisa mengangkut lebih banyak penumpang. Menurutnya jika hal ini bisa dilakukan maka KRL yang awalnya menarik 8 gerbong akan menarik 10 gerbong.
"Saat ini masih proses, mudah-mudahan akhir tahun ini bisa dilakukan," katanya.
(nal/nrl)










































