"Kejadiannya berupa penyebaran selebaran black campaign berbau SARA yang isinya mendiskreditkan pasangan Jokowi-Basuki oleh warga di Jelambar Ilir," ujar tim advokasi Jokowi-Ahok, Deny Iskandar, saat dihubungi detikcom, Minggu, (22/7/2012).
Menurut Deny, kejadian itu dilakukan oleh seorang warga yang secara sengaja membagikan selebaran berisi tuduhan SARA kepada pasangan Jokowi-Ahok. Selebaran itu kemudian diketahui diperoleh dari kelurahan setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Panwaslu DKI, Ramdhansyah, membenarkan adanya dugaan black campaign yang dilakukan oknum warga. Pihaknya sudah menerima tembusan laporan itu dari Panwaslu Jakarta Barat dan tim advokasi Jokowi-Ahok.
"Ya kami sudah menerima laporannya pada hari Jumat (20/7). Tapi belum bisa disebut black campaign ya, karena saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Pihak pelapor dan terlapor juga sudah dijadwalkan untuk dilakukan pemanggilan," ujar Ramdhansyah, saat dikonfirmasi.
Dari salinan selebaran yang diterima detikcom, selebaran tuduhan SARA itu berupa satu lembar foto copy hitam putih dengan judul 'INFO PENTING'.
(tor/tor)










































