Timses Faisal-Biem Curhat Hampir Disiram Makanan Saat Kumpulkan KTP

Timses Faisal-Biem Curhat Hampir Disiram Makanan Saat Kumpulkan KTP

Rina Atriana - detikNews
Minggu, 22 Jul 2012 21:02 WIB
Jakarta - Langkah Faisal Basri untuk menuju DKI 1 terhenti. Faisal-Biem kalah di putaran pertama pilgub DKI. Jalan yang ditempuh pasangan ini untuk berkontestasi di pilgub DKI tidak mudah. Timses mereka bahkan pernah hampir disiram makanan saat mengumpulkan KTP dukungan.

Sebagai pasangan yang maju dari jalur independen, sesuai peraturan KPUD, mereka harus didukung minimal 407.340 jiwa atau sekitar empat persen penduduk Jakarta. Nah, dalam buka bersama yang digelar Faisal-Biem, para timses curhat pengalaman mereka mengumpulkan KTP dukungan.

"Dari Juli 2011 sampai Februari 2012 kita ditargetkan mendapat 407 ribu lebih KTP. Cara pengambilannya dengan SPG dan SPB. Mereka bisa dari mana saja, kerja sukarela, syaratnya berumur di atas 17 tahun," tutur salah satu anggota timses Faisal-Biem, Diah, dalam acara yang dihelat di Gedung Youth Center, Jl Otista Raya 12, Jakarta Timur, Minggu (22/7/2012).

Dia menuturkan, target utama para pengumpul KTP dukungan adalah pasar dan mal. Kala itu, di sebuah warteg di Jatinegara ada seorang bapak sedang makan. Diah dan timses lainnya meminta kesediaan bapak tersebut untuk mendukung faisal.

"Kata dia 'ntar ya habis makan'. Sehabis dia makan kita minta lagi. Kita tanya jadi nggak mau dukung Faisal. Waktu itu kondisi di situ sedang panas, bapaknya bilang sama kita 'mbak-mbak ini bawel'," tutur Diah.

Mangkok berisi sayur yang ada di hadapan pria tersebut telah terangkat, siap untuk disiramkan. Untunglah pria itu akhirnya mengurungkan niatnya. Namun kata-kata kasar terlanjur keluar dari mulutnya. Diah dan rekannya pun urung meminta kesediaan bapak itu untuk mendukung Faisal-Biem.

"Kesulitan di lapangan adalah kalah sama kandidat lain yang sudah duluan datang dan ngasih minyak goreng. Kita juga kalau mau masuk wilayah tertentu harus buat surat RT RW. Waktu itu saya juga baca berita katanya Bang Faisal diberitakan jual beli KTP. Kita di lapangan panas dan hujan merasa gimana gitu," keluh Diah.

Anggota timses yang lain mengeluhkan kesulitan saat memasukkan data. Penyebabnya adalah komputer yang eror. Sementara itu ada timses yang mendeklarasikan dirinya akan selalu independen, jadi tidak akan memilih cagub dari kalangan parpol.

Dalam kesempatan itu, Biem Benyamin menyampaikan pada 2007 lalu Faisal sebenarnya berniat maju pilgub DKI. Namun saat itu Faisal gagal.

"Sekarang maju dengan jalan independen. Regina di Indonesian Idol saja baru 7 kali akhirnya menang. Nah, kemungkinan 2017 baru mau lagi," ucap Biem.

Terkait imbauan kepada pendukungnya untuk mengalihkan suara kepada pasangan yang maju ke putaran kedua pilgub DKI, Faisal enggan berkomentar banyak. Karena mereka kalangan independen maka tidak akan menggunakan logika partai.

"Itu bukan sikap independen yang orisinil. Pemilih kami sudah cukup cerdas untuk menentukan pilihannya," kata Faisal.

Menurut Faisal, tingginya angka golput di putaran pertama pilgub terjadi karena banyak orang yang sedang liburan sekolah. Faisal menyayangkan hal itu. Dia sebenarnya berharap para golput bisa memberikan suara kepadanya.

Terkait perolehan 5 persen suara di pilgub DKI, Faisal mengaku gembira. "Cukup menggembirakan. Kalau puas sih tidak ya. Karena harapan kami sebelumnya bisa belasan persen atau bahkan maju ke putaran kedua," ujarnya.

(/tor)


Berita Terkait