Mega Diprediksi KO di Riau

Jika Aktifkan Jefri Noer

Mega Diprediksi KO di Riau

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2004 14:50 WIB
Pekanbaru - Dalam pilpres putaran kedua nanti diperkirakan suara untuk pasangan Mega-Hasyim akan keok di Riau. Hal itu dimungkinkan bila Presiden Megawati Soekarnoputri merestui Mendagri Hari Sabarno untuk mengaktifkan kembali Jefri Noer sebagai Bupati Kampar.Persoalan mantan Bupati Kampar, Jefri Noer, yang dinilai telah menghina profesi guru, hingga kini belum lepas dari ingatan warga Riau, khususnya lagi masyarakat Kampar. Luka lama itu masih menjadi bumerang tersendiri bila memang pemerintah pusat memaksakan kehendaknya untuk mengaktifkan Jefri Noer. Kini, masyarakat di Kampar mulai resah akan kembalinya Jefri setelah pelantikan DPRD Kampar pada 27 Agustus 2004 mendatang.Bila Presien Megawati merestui keinginan Mendragri itu, maka diperkirakan dalam pilpres putaran kedua nanti, suara Mega bisa jatuh di Riau. Karena hingga saat ini, sebagian besar masyarakat di Kampar tidak menghendaki kembalinya Jefri untuk memimpin Serambi Mekahnya Riau itu.Jumlah pemilih di Kampar mencapai 357 ribu. Dapat dipastikan, sebagian besar suara itu tidak akan memilih Mega terkait dengan Jefri Noer. Keputusan Mendagri mengaktifkan Jefri akan menjadi blunder terhadap kepemimpinan Megawati dalam pilpres putaran kedua nanti. "Yakinlah, kalau Jefri tetap dilantik, suara Mega keok di Kampar maupun di Riau," kata pengamat politik asal Kampar, HM Amin HS, yang juga mantan angota DPRD Kampar itu pada detikcom per telepon, Rabu (25/8/2004).Sementara itu, menurut anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Riau, Tabrani Rab, dalam pilres kedua nanti, kesempatan besar buat SBY dan Jusuf Kalla untuk mendulang suara di Riau. Kekecawaan warga Riau, khususnya Kampar terhadap Mendagri itu, akan berimbas pada Megawati."Kalau Mega menyetujui Jefri akan menjadi bupati kembali, itu akan berakibat buruk dalam pilpres nanti. Masyarakat yang kecewa dengan sikap presiden itu akan mengkristal dan menumpahkan kekesalannya pada calon lain, tentunya SBY-Kalla," kata Tabrani.Tabrani juga memprediksi, Gubernur Riau Rusli Zainal dalam masalah Jefri Noer juga tidak akan mampu membendung keinginan pemerintah pusat itu. Terutama dia akan dibenturkan dengan Peraturan Pemerintah No 108, yang salah satu isinya presiden berhak mencopot jabatan gubernur.Lebih dari itu lagi, Rusli Zainal juga tidak akan berkutik dan tidak akan berani menolak keputusan Mendagri itu. Alasannya, karena Jefri Noer selama ini disebut-sebut salah satu titik sukses dari Megawati di Riau. "Ini buah simalakama bagi Rusli,"katanya.Lebih jauh lagi Tabrani menelaah, penghargaan satya lencana Melati Pramuka yang baru-baru ini diterima Gubernur Riau dari presiden, diduga merupakan bentuk komitmen terselubung bagi kepala daerah untuk mendukung Mega."Penghargaan itu cuma lipstik saja. Intinya, bisa jadi Mega minta dukungan kepada kepala daerah dalam pilres kedua ini," demikian Tabrani. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads