KPU DKI: Golput Terjadi Karena Sikap Kritis Masyarakat

KPU DKI: Golput Terjadi Karena Sikap Kritis Masyarakat

Muhammad Iqbal - detikNews
Minggu, 22 Jul 2012 11:22 WIB
KPU DKI: Golput Terjadi Karena Sikap Kritis Masyarakat
Jakarta - Besarnya angka golput pada putaran pertama sebesar 2,5 juta suara atau 36,7 persen, dinilai bukan karena masyarakat tidak tahu pelaksanaan pemungutan suara. Hal ini terjadi karena sikap kritis masyarakat yang enggan berpartisipasi dalam Pilgub DKI.

"Golput itu kan fenomena biasa masyarakat perkotaan yang memang cukup kritis menilai sesuatu, bukan karena mereka tidak tahu kapan pelaksanaan Pilgub," ujar Sumarno, Ketua Pokja Sosialisasi, Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU DKI Jakarta, saat berbincang, Minggu (22/7/2012).

Menurutnya, sikap kritis masyarakat itu bisa berupa penilaian terhadap para cagub dan cawagub yang dianggap tidak kapabel memberikan perubahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atau mereka menganggap penyelenggara pemerintah tidak kredibel, korup atau tidak percaya pada pemerintah," tuturnya.

Sehingga menurut Sumarno, tidak ada korelasinya antara besarnya angka golput dengan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU DKI.

"Fenonema golput ini kan berada di kalangan menengah ke atas yang kritis, tentu mereka tahu pelaksanaan Pilgub," kata Sumarno.

"Kalau pun ada yang golput karena tidak tahu, itu pasti sangat kecil angkanya," imbuhnya.



(mad/mad)


Berita Terkait