Soal Penembakan 'Batman', Komisi I: Ada Potensi Terorisme Individual

Soal Penembakan 'Batman', Komisi I: Ada Potensi Terorisme Individual

Mega Putra Ratya - detikNews
Minggu, 22 Jul 2012 07:39 WIB
Soal Penembakan Batman, Komisi I: Ada Potensi Terorisme Individual
Jakarta -

Komisi I DPR angkat bicara soal insiden penembakan saat pemutaran film perdana Batman 'The Dark Knight Rises' di Denver, Colorado, Amerika Serikat. Insiden tersebut menunjukkan ada potensi terorisme dari setiap individu.

"Kasus-kasus kekerasan individual bersenjata dengan sasaran massa kerap terjadi di AS. Ini menunjukkan ada potensi terorisme individual yang bisa jadi lebih berbahaya dari pada terorisme kelompok," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik kepada detikcom, Minggu (22/7/2012).

Mahfudz menilai pelaku terorisme individual tersebut sangat sulit terdeteksi aktor potensialnya. Sehingga pihak manapun akan kesulitan untuk mengontrolnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangankan KBRI, pemerintah AS juga nggak bisa lindungi warganya dari serangan aksi teror individual. Itu salah satu akibat adanya hak kepemilikan senjata oleh sipil. Indonesia harus sangat ketat dalam hal ini," ungkap Wasekjen PKS ini.

Sementara itu anggota Komisi I lainnya Tjahjo Kumolo berpendapat insiden penembakan tersebut adalah wilayah keamanan pemerintah AS. Sehingga biarkan aparat hukum setempat menangani kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

"Permasalahan adanya laporan korban warga negara RI, pemerintah RI harus cepat pro aktif baik KBRI kita dan Kemenlu kita. KBRI segera mengirimkan staf kelokasi chek kebenarannya dan membatu semua proses apapun warga RI, pemerintah harus ikut mengamankan nasibnya," jelas Sekjen PDIP ini.

Menurut Tjahjo pemerintah tidak boleh membeda-bedakan semua WNI yang sedang bekerja di luar negeri. Sebab, perlindungan semua WNI adalah tanggungjawab pemerintah.

"Harusnya hak setiap warga negara di luar negeri sama mendapatkan perlindungan, terasuk TKI. Misalnya AS bisa kerahkan kapal induknya untuk bebaskan satu-dua warga negaranya, ini terpulang dari komitmen pemerintah memberikan hak yang sama kepada warga negara repubik Indonesia," tuturnya.

Anggota Komisi I lainnya Tantowi Yahya mengatakan apa yang dilakukan oleh Kemenlu dan Konjen di LA adalah sesuatu yang patut diapresiasi karena kecepatan dalam bertindak.

"Tugas perwakilan RI di luar negeri memberikan bantuan dan perlindungaan kepada WNI, tanpa membeda-bedakan," jelas Waskjen Golkar ini.

Sebanyak 12 orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka, termasuk 3 WNI dalam aksi penembakan yang terjadi saat pemutaran perdana film terbaru Batman 'The Dark Knight Rises' pada Kamis, 19 Juli tengah malam waktu setempat. Aksi penembakan brutal seperti ini kerap terjadi di Amerika. Insiden ini kembali memicu perdebatan tak berkesudahan mengenai perlunya pengontrolan senjata di negeri Paman Sam itu

(ega/ega)


Berita Terkait