Memasuki Bulan Ramadan, Pedagang Parcel Cikini Berharap Raup Untung

Memasuki Bulan Ramadan, Pedagang Parcel Cikini Berharap Raup Untung

M Rizki Maulana - detikNews
Sabtu, 21 Jul 2012 16:21 WIB
Memasuki Bulan Ramadan, Pedagang Parcel Cikini Berharap Raup Untung
foto: Rizki/detikcom
Jakarta - Pedagang parcel di Pasar Cikini dan selasar Stasiun Cikini, Jakarta Pusat berharap bisa meraup untung di bulan ramadan kali ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang menurun, para pedagang berharap tahun ini kenaikan bisa signifikan.

Pantauan detikcom di Pasar Cikini di Jl Pegangsaan Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012), puluhan pedagang parcel berjajar sepanjang Pasar Cikini dan selasar Stasiun KA Cikini. Namun belum tampak banyak pembeli . Beberapa pedagang baru memasukan stok barang.

"Ini harga parcelnya bervariasi mulai ada yang Rp 100 ribu hingga Rp 3 juta. Isinya juga bisa macam-macam, bisa makanan, barang pecah belah, bisa juga kombinasi diantara dua itu, tergantung budgetnya berapa," kata salah seorang pedagang yang masih terlihat muda dan cantik, Rahma (25) sembari menjajakan dagangannya kepada detikcom.

Diajak berbincang, Rahma pun menuturkan dagangannya masih sepi. Memang biasanya parcelnya laku menjelang lebaran.

"Saat ini sih belum kelihatan karena masih baru awal. Tapi sih kalau tempat saya nggak berharap banyak paling enggak tidak lebih rendah dari tahun lalu. Karena penjualan parcel semakin tahun semakin menurun," ungkap Rahma sembari tersenyum,

Di sebelah kios Rahma, Fani (40), tampak sedang menata dagangannya. Menurutnya biasanya pemesan parcel membeludak pada H-10 sebelum lebaran.

"Kalau hari ini belum ramai. Biasanya puncaknya H-10 hingga H-7 biasanya itu paling ramai. Biasanya kita kirim ke mana saja , kebanyakan buat relasi bisnis antar kantor. Tapi ada juga buat persolan. Ke pejabat biasanya ada beberapa. Kalau untuk pejabat sih harganya jutaan rupiah, sampai sekarang belum ada. Biasanya sih pejabat Pemda, perusahaan dan lain-lain," kisah Fani.

Salah seorang pembeli, Budi dan keluarganya, tampak sedang memilih-milih keranjang parcel saat dijumpai. Rupanya Budi tidak bermaksud membeli parcel, namun hanya membeli keranjangnya saja.

"Ini nganterin keluarga cari tempat parcel buat keluarga sama buat teman. Kita sengaja bukan cari parcel yang sudah jadi supaya bisa diisi macam-macam. Karena kalau beli sudah jadi seleranya nggak cocok. Jadi kita hanya beli tempatnya saja," kata Budi sambil menawar sebuah keranjang parcel seharga Rp 75 ribu.

(van/ndr)


Berita Terkait