"Bahwa Ical sudah diputuskan capres, tetap masih ada ruang mengoreksi. Untuk apa maju ngotot, jika jelas-jelas kalah telak. Itu contoh ya, nggak usah tersinggung, soalnya capres itu semata soal popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas," kata Ramadhan kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).
Menurut Ramadhan, Golkar masih punya waktu untuk mencari capres yang lebih populer. Karena Pilpres 2014 juga masih jauh. "Saya kira Golkar punya waktu untuk men-cek lagi siapa capres terbaik yang akhirnya diusung," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JK punya modal besar. Ketokohan ada, pengalaman memerintah ada, popularitas ada. Wajarlah kalau JK nyapres. Saya kira Partai Golkar harus pertimbangkan masak. Jika Golkar cuekin JK, hati-hati blunder. JK bisa disambar parpol-parpol lain," pungkasnya.
(van/ndr)











































