"Indonesia sangat prihatin dengan kenyataan bahwa Dewan Keamanan PBB telah gagal melakukan tugasnya memelihara perdamaian internasional," kata Marty
dalam jumpa pers di kantor Kemenlu, Jalan Pejambon nomor 6, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya dengan tegas telah meminta perdamaian harus tercipta di Suriah dan warga dunia harus berpartisipasi untuk menciptakan perdamaian di Suriah.
Rusia dan China kembali memveto alias menggagalkan resolusi DK PBB mengenai ancaman sanksi terhadap Suriah dalam voting dewan yang digelar Kamis, 19 Juli waktu setempat.
Sikap Rusia dan China itu pun memicu kemarahan negara-negara Barat, seperti AS dan Kanada yang terang-terangan menginginkan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(aan/ita)











































