"Mereka punya kebiasaan untuk membawa sepeda motornya untuk dipamerkan," Kata Pristono kepada detikcom, Sabtu (21/07/2012).
Menurut pristono, warga Jakarta memiliki kebiasaan membawa sepeda motornya untuk dipamerkan ke kampung. Selain itu juga, warga bisa berhenti di manapun mereka mau tanpa harus mengikuti jadwal dan bisa lebih cepat sampai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal menurut Pristono, membawa motor saat mudik sangatlah berbahaya, karena jika terlalu lelah bisa menyebabkan pengemudi lengah dan terjadi kecelakaan.
"Naik motor lebih dari 3 jam itu bahaya badan bisa capek," ucap Pristono.
Pristono juga merekomendasaikan para pemudik untuk menggunakan anggutan umum, karena jika terlalu banyak pemudik yang meggunakan angkutan pribadi maka bisa dipastikan kemacetan tidak akan bisa terhindarkan dan kondisi jalan jadi tidak efisien.
"Lebih baik naik bus saja," saran Pristono.
Menurut Pristono, ada anggapan dari warga dimana kemampuan angkutan umum belum dirasa nyaman, padahal menurutnya saat ini Dishub sudah menyediakan Bus AKAP sejumlah 7.776 dan memaksimalkan fasilitas yang ada. Hanya saja saat ini masih perlu sosialiasasi agar warga tahu dan mau menggunakan Bus AKAP ini.
"Perlu disosialisaikan dari pada naik motor lebih baik naik bus AKAP," tambah Pristono.
(sal/ndr)










































