Petinggi Golkar: Jangan Pecat JK!

Petinggi Golkar: Jangan Pecat JK!

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 21 Jul 2012 11:27 WIB
Petinggi Golkar: Jangan Pecat JK!
foto: detikcom
Jakarta - Internal Golkar bergejolak seiring memanasnya wacana pemecatan Jusuf Kalla jika maju pilpres lewat partai lain. Namun sejumlah petinggi Golkar membela sang mantan Ketua Umum Golkar tersebut.

"Tidak ada kerugian yang lebih besar bagi suatu partai politik melebihi pemecatan kadernya hanya karena perbedaan politik. Pemecatan hanya boleh dilakukan terhadap kader yang melakukan tindakan-tindakan koruptif dan pelanggaran ideologis seperti misalnya menentang Empat Pilar Negara (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Apalagi jika langkah pemecatan itu dilakuan terhadap kader-kader sepuh dan senior yang sudah diakui negara sebagai tokoh senior dan pemimpin nasional," kata Ketua DPP Golkar Hadjriyanto Y Tohari, kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Menurut Hadjri, DPP Golkar semestinya tak sembarangan memecat kadernya Golkar. Meskipun aturan baru telah dibuat di Rapimnas menjelang deklarasi pencapresan Ical, menurutnya tak harus segera direalisasikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangankan memecatnya, bahkan terlalu dini membicarakan ketentuan-ketentuan organisasi yang berkenaan dengan pemberhentian kader PG yang dianggap tidak mematuhi keputusan organisasi pun menurut saya sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, pada sejatinya itu sudah masuk kategori langkah yang tidak etis dan hormat. Memang ketentuan tentang itu terlalu dini sibuat, tetapi oleh karena sudah terlanjur ada, ya sebaiknya disimpan saja dulu sebagai dokumen saja," pintanya.

Apalagi, menurut Hadjri, JK juga belum melakukan pergerakan politik yang berarti. Melempar wacana pemecatan jelas mengganggu ketenangan internal Golkar.

"Pada hari ini belum ada apa-apa. Dan semuanya juga masih berandai-anadai semata. Belum ada kader yang indisipliner, belum ada kader yang dijadikan capres parpol lain, atau mau dijadikan apapun karena memang belum ada apa-apa. Ibaratnya, janganlah mengumandangkan adzan Subuh di tengah malam. Orang akan bilang berisik dan bikin gaduh. Kalau orang Jawa pastilah akan bilang "durung ono opo-opo kok wis jempling-jempling mbanyaki kaya pitik ditutu ngalu!" (Belum ada apa-apa kok sudah ribut seperti ayam kepukul tongkat saja)," pungkasnya.

(van/ndr)


Berita Terkait