Ruhut: Meski Ditegur SBY, Menteri Asal Parpol Nggak Bakalan Mundur

Ruhut: Meski Ditegur SBY, Menteri Asal Parpol Nggak Bakalan Mundur

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Sabtu, 21 Jul 2012 10:04 WIB
Ruhut: Meski Ditegur SBY, Menteri Asal Parpol Nggak Bakalan Mundur
foto: detikcom
Jakarta - Presiden SBY menyarankan menteri yang sibuk mengurus partai untuk mundur. Namun ketua Divisi Kominfo Partai Demokrat Ruhut Sitompul yakin sekali tak ada satu pun menteri KIB II yang mundur. Kenapa?

"Jadi sudah tepat sekarang Pak SBY mengatakan itu. Karena kalau tidak diingatkan para menteri tidak meningkatkan kinerjanya dan lebih fokus mengurus partai. Jadi peringatan itu sudah tepat sasaran," kata Ruhut kepada detikcom, Sabtu (21/7/2012).

Namun demikian dia yakin sekali para menteri akan tetap bertahan di kabinet. Meski mereka tahu, perjuangan partainya di Pemilu 2014 tidaklah mudah, apalagi menghadapi peningkatan ambang batas parlemen hingga 3,5 persen untuk Pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka tidak akan berani mundur karena mereka masih perlu mengumpulkan kocek untuk keperluan partainya menghadapi Pemilu 2014. Padahal mereka juga tahu pemilu 2014 sudah dekat dan kalau mereka tidak berjuang mati-matian maka dengan Parliamentary Threshold 3,5 persen sekarang ini bisa-bisa partai mereka tinggal kenangan," bebernya.

Ruhut memahami partai perlu cukup modal untuk menghadapi Pemilu 2014. Namun demikian para menteri tersebut paling tidak harus mendengarkan teguran SBY dan bekerja lebih giat lagi. Dalam bahasa Ruhut, menteri-menteri asal parpol tersebut harus tahu malu.

"Ya itulah, mestinya menteri-menteri itu kan malu karena Pak SBY sudah bekerja sangat baik tapi mereka ketinggalan. Mereka seharusnya bersyukur sudah diberikan kepercayaan dan mereka harus membuktikan dengan meningkatkan kinerjanya," pungkasnya.

Lima parpol anggota koalisi memang telah menyatakan tak akan menarik menterinya di kabinet. Mereka yakin menteri-menteri mereka di kabinet sudah bekerja all out di kementerian sehingga tak perlu mengundurkan diri atau ditarik mundur dari kabinet.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini