Haruskah Menteri dengan Background Parpol Mundur?

Haruskah Menteri dengan Background Parpol Mundur?

- detikNews
Sabtu, 21 Jul 2012 09:14 WIB
Haruskah Menteri dengan Background Parpol Mundur?
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyentil para menteri di kabinetnya untuk fokus bekerja daripada sibuk mengurus partai politik yang membekinginya. Jika tidak serius, maka lebih baik menteri itu mundur.

Banyak pengamat yang melihat ada baiknya para menteri lebih baik mundur dari partainya apabila sudah menduduki jabatan tersebut. Profesionalitas dan loyalitas kepada negara dibandingkan kepada partai menjadi dasarnya.

"Ini pertanyaan yang susah-susah gampang. Bagaimanapun menteri butuh profesional dan loyalitas tunggal kepada negara. Di sisi lain, menteri juga jabatan politik," ujar pengamat politik, Burhanuddin Muhtadi saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Burhanuddin juga tak menjamin jika menteri yang mundur dari partai politiknya otomatis dapat bekerja secara profesional dan loyal terhadap negara.

"Mundur dari partai politik apakah menjamin menteri yang tidak punya jabatan di parpolnya loyal sepenuhnya kepada masyarakat? Enggak ada jaminan juga," pungkas Burhanuddin.

SBY sebelumnya menyerukan bila ada menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan, Presiden SBY mempersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari KIB II.

"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," ujar SBY dalam pengantar pembukaan rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).


(dhu/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads