Warning SBY, Partai Koalisi Tak Akan Tarik Menteri dari Kabinet

Warning SBY, Partai Koalisi Tak Akan Tarik Menteri dari Kabinet

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 17:00 WIB
Warning SBY, Partai Koalisi Tak Akan Tarik Menteri dari Kabinet
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan menteri yang sibuk mengurus parpol untuk mundur. Tapi 5 partai koalisi yakni Golkar, PKS, PAN, PPP, dan PKB menolak menarik menteri dari kabinet.

"Kader PAN di KIB II tidak perlu mengundurkan diri karena struktur, sistem, dan budaya organisasi PAN sudah berjalan dengan baik, efektif, dan partisipatoris," kata Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Viva memberikan sejumlah argumen. Menurutnya anggota kabinet dari PAN memiliki kinerja baik dan telah menjadi penyanggah pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kedua karena struktur, sistem, dan budaya organisasi PAN sudah berjalan dengan baik, efektif, dan partisipatoris,"paparnya.

Tiga menteri PAN adalah Ketum PAN Hatta Rajasa (Menko Perekonomian), Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Menteri PAN Azwar Abubakar.

Partai Golkar juga enggan membicarakan penarikan menteri. Golkar yakin 3 menterinya di kabinet tidak terganggu kinerjanya.

Dua dari tiga menteri Golkar adalah Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono (Menkokesra) dan Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutarjo (Menteri Kelautan). Seorang menteri lain adalah menteri perindustrian MS Hidayat.

"Kami yakin kader partai yang duduk di pemerintahan adalah kader terbaik partai yang bisa membagi waktu dengan baik," kata Wasekjen Golkar, Tantowi Yahya.

PKS juga menegaskan menterinya di kabinet tidak sibuk mengurus parpol. Tiga menteri PKS memang tak memegang peran di DPP PKS. Tiga menteri PKS adalah Mensos Salim Segaf Aljufri, Menkominfo Tifatul Sembiring, dan Mentan Suswono.

"Kalau PKS memang menterinya tidak ada yang merangkap jabatan di DPP,"tegas Wasekjen PKS Mahfudz Siddik.

PPP juga tak mau keberadaan ketua umum Suryadharma Ali di kursi Menag dipermasalahkan. Selain Suryadharma, PPP punya Menpera Djan Faridz.

"Meski demikian, di internal PPP, sistem telah berjalan dengan baik. Ketua Umum DPP PPP yang juga menjabat telah terlibat di kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II selama tujuh tahun di kabinet, dalam kenyataannya tidak menganggu kerja di kementerian. Semua berjalan dengan baik," Ketua DPP PPP Arwani Thomafi.

PKB pun menegaskan menterinya di kabinet allout untuk pemerintahan. Sehingga merasa tak perlu menarik diri dari KIB II. PKB punya dua menteri yakni Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Menakertrans) dan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini.

"Menteri dari PKB allout untuk urusan bangsa dan negara dan itu nomor satu. Kesejahteraan rakyat lebih diutamakan dan pasti diperjuangkan terus menerus, tanpa lelah! Menteri-menteri dari parpol jauh lebih tahu denyut nadi aspirasi dan kepentingan rakyat," kata Ketua DPP PKB Marwan Jafar.

(van/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini