Massa 2 Kelompok Grudug Kantor Gubernur Jateng

Massa 2 Kelompok Grudug Kantor Gubernur Jateng

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2004 12:12 WIB
Semarang - Tanpa direncanakan sebelumnya, dua kelompok massa menggelar aksi secara bersamaan di Kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan, Rabu (25/8/2004). Kelompok aksi tersebut adalah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan FNPBI (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia) Kota Semarang.Ke-50 aktivis KAMMI memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Jateng Mardiyanto dan menuntut pemerintah lebih perhatian terhadap kesejahteraan rakyat. Sedangkan kelompok kedua yang merupakan massa buruh itu meminta pemerintah memfasilitasi kenaikan upah buruh dan pengahpusan sistem buruh kontrak.Aktivis KAMMI memulai aksinya di Kawasan Bundaran Air Mancur, Jl. Pahlawan Semarang, pada pukul 09.15 WIB. Di sana mereka berorasi dan setengah jam berikutnya melanjutkan aksinya ke Kantor Gubernur yang jaraknya hanya 200 meter dari lokasi awal.Di Kantor Gubernur, beberapa aktivis KAMMI menggelar happening art. Dalam happening art-nya, mereka memperagakan Gubernur Jateng Mardiyano melakukan kong kalikong dengan broker> ekonomi. Kesepakatan Mardiyanto dengan broker> ekonomi sering tidak mempertimbangkan aspek etika sosial dan mengabaikan kepentingan masyarakat.Sekitar pukul 10.45 WIB, ratusan massa FNPBI berdatangan setelah sebelumnya memulai aksi di Kawasan Simpang Lima. Begitu kedua massa aksi itu bergabung, halaman kantor Gubernur pun bergemuruh dengan teriakan-teriakan para demonstran. Keduanya mengelilingi tiang bendera sambil berorasi secara bersamaan.Tapi aktivis KAMMI menolak mengiringi rencana FNPBI untuk melanjutkan aksi ke Disnakertrans kota Semarang, Jl. KI Mangun Sarkoro. Mereka memilih mengakhiri aksinya dengan memberikan hasil palawija yang sebelumnya mereka gunakan sebagai bahan happening art. Hasil palawija itu diterima oleh Satpol PP Pemprov Jateng Subagyo.Massa FNPBI yang ditinggalkan aktivis KAMMI masih terus melanjutkan aksinya. Mereka yang rata-rata adalah karyawati itu berteriak-teriak meminta perhatian pemerintah karena telah diperlakukan tidak adil oleh perusahaan."Sebagian besar mereka ini adalah korban PHK. Mereka tidak tahu harus mengadu kemana. Karena itu kami ke sini," kata Koorlap Aksi Ahmad M di sela-sela aksi.Selain meminta kenaikan upah buruh 100% dan penghapusan sistem kontrak, massa FNPBI juga menuntut pencabutan UU NO. 13 Tahun 2003. Mereka menilai UU itu tak memberikan rasa keadilan. Lebih banyak berpihak pada pengusaha. "Kami minta UU itu dicabut. Pemprov harus mengambil inisiasi untuk ini," tandas Ahmad.Saat ini, karena suasana sangat panas, mereka kemudian berteduh di teras Kantor Gubernur. Mereka bergabung dengan puluhan polisi yang sudah sejak awal berjaga-jaga. Menurut rencana mereka akan melanjutkan aksinya ke Disnakertrans untuk berdialog dengan pengusaha dan Disnaer trans. Tapi karena pengusaha tidak datang, maka mereka berencana ke Balaikota Semarang. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads