"Seharusnya nanti lebih banyak perang substansi, kemarin itu hanya citra. Jangan terjebak perang citra terus," ujar pengamat politik dari UGM, Arie Sudjito, saat berbincang lewat telepon, Jumat (20/7/2012).
Menurut Arie, isu SARA yang belakangan ramai juga jangan sampai terus digulirkan. Selain dangkal, isu itu hanya akan membuat suasana demokrasi di Jakarta tak kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenangan Jokowi pada putaran pertama, kata pengajar Sosiologi UGM ini, lebih kepada faktor citra. Wali Kota Surakarta itu mampu mengemas dirinya lebih baik dari Foke, yang incumbent dan tercitrakan buruk kinerjanya.
"Jokowi bukan incumbent, jadi dia seolah figur perubahan dan berhasil mengolah kelemahan Foke. Tapi tak ada yang istimewa soal substansi dari Jokowi. Dia hanya berhasil memanfaatkan momentum kelemahan Foke," paparnya.
Sebelumnya dalam rekapitulasi penghitungan suara pilgub DKI Jakarta, Jokowi-Basuki unggul. Mereka mendapat 42,6 persen suara, meninggalkan Foke-Nara yang mendapat 34,05 persen.
Berikut hasil final penghitungan suara (real count) yang rekapitulasinya dilangsungkan di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2012) dan dibacakan langsung oleh Ketua KPUD DKI Jakarta Dahliah Umar:
1. Pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli: 1.476.648 (34,05%)
2. Pasangan Hendardji dan Rieza: 85.990 (1,98%)
3. Pasangan Joko Widodo dan Basuki T Purnama: 1.847.157 (42,6%)
4. Pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini: 508.113 (11,72%)
5. Pasangan Faisal Basri dan Biem Benjamin: 215.935 (4,98%)
6. Pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono: 202.643 (4,67%)
(mad/nrl)











































