Sebelumnya, Winda seharusnya diperiksa penyidik Kamis (19/7) kemarin dalam kasus menghalangi penyidikan KPK dalam kasus pengadaan PLTS di Ditjen P2MKT dengan tersangka Neneng. Namun pemeriksaan urung dilakukan karena Winda tidak datang.
Perempuan berstatus mahasiswa ini akhirnya memenuhi panggilan KPK, Jumat (20/7/2012) sekitar pukul 11.00 WIB. Sambil mengenakan kaos warna merah jambu dan rok selutut, Winda terlihat sempat beberapa saat menunggu panggilan penyidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dikumpulkan, penyidik sengaja memeriksa Neneng dan Winda beda lantai. Neneng diperiksa di lantai delapan, sedangkan Winda di lantai basement yang berisi rutan KPK.
Mereka diperiksa dalam kasus menghalangi penyidikan KPK dalam kasus pengadaan PLTS di Ditjen P2MKT dengan tersangka Neneng. Dua WN Malaysia yang dimaksud adalah R Azmi bin Moh Yusuf, managing director Merah Holding dan Mohammas Hasan bin Khusi.
Khusus untuk Azmi, selain disinyalir sebagai orang penasihat kerajaan Malaysia, dia juga diduga merupakan mitra kerja Neneng Sri Wahyuni.
(mok/ega)











































