Warning Bergaya Santun A la SBY

Warning Bergaya Santun A la SBY

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 10:54 WIB
Warning Bergaya Santun A la SBY
Jakarta - Presiden SBY mengimbau para menteri yang sibuk mengurus parpol untuk mundur dari kabinet. Peringatan ini cukup keras, tapi disajikan dengan gayanya yang santun. Apakah akan efektif?

"Memang Presiden kita style gayanya seperti itu. Memang santun, memang sangat hati-hati, sangat menjaga perasaan meskipun kepada menterinya sendiri. Saya yakin beliau tahu itu hak-hak mutlak beliau untuk memberhentikan menterinya yang kurang optimal kinerjanya," kata Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Dengan gaya santun, SBY menyampaikan peringatan yang sebenarnya sangat keras. Agar menteri fokus pada tugasnya mengurus pemerintahan, tidak hanya memikirkan konsolidasi untuk Pileg 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepekaan para menteri pun menjadi sangat penting. Mereka yang peka tentu langsung berbenah diri menyikapi peringatan SBY, sebaliknya menteri yang santai-santai saja bisa saja menunggu direshuffle.

"Yang dituntut kepekaan para menterinya harus bisa menangkap apa yang dia kehendaki. Tapi dengan sinyal seperti itu sampai tidak ada perubahan saya yakin presiden harus bisa lebih tegas kalau menteri-menterinya menganggu jalannya roda pemerintahan. Saya pikir presiden mengganti menter-menteri yang sudah menganggu," kata Lukman.

Para menteri tentunya harus berkaca diri. Bagaimanapun mereka tidak hanya satu atau dua hari bekerja bersama SBY. Seharusnya para menteri mengutamakan pekerjaannya di kementerian, bukan konsolidasi keliling Indonesia.

"Menteri-menteri sudah bekerja cukup lama dengan Pak SBY. Saya yakin para menteri sudah mengerti sinyal yang disampaikan Pak SBY. Karena itu harus meningkatkan sensifitasnya karena ini teguran yang sangat keras," jelas Lukman.

Lalu apakah dengan warning santun ini akan ada menteri parpol yang mundur dari kabinet? "Hehe, itu tergantung kepekaan menterinya," jawabnya sembari tertawa.

Dinamika politik setelah Ramadan ini dipastikan akan meningkat seiring persiapan parpol menghadapi Pemilu dan Pilpres 2014. Bila ada menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan, Presiden SBY mempersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari KIB II.

"Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," ujar SBY dalam pengantar pembukaan rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

(van/ega)


Berita Terkait