"Saya sangat menghargai pernyataan SBY tersebut. Itu ungkapan yang jujur dan sedikit jengkel melihat kinerja kabinet sekarang didominasi menteri parpol yang tidak menonjol prestasinya. Pada hal jumlah anggota kabinetnya sangat besar. Ditambah lagi dengan wakil menteri yang banyak jumlahnya. Sedangkan pekerjaan Menteri makin sedikit dibandingkan menteri yang lalu karena otonomi daerah sekarang ini membuat pekerjaan pemerintahan lebih banyak di daerah," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Jumat (20/7/2012).
Menurut Martin, hal tersebut juga bermula karena SBY yang menang telak di Pilpres 2009 masih mengakomodasi menteri parpol. Padahal bisa saja semua menteri diisi kalangan profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian maka kabinet dapat lebih fokus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Kalaupun Presiden kecewa, tinggal diberhentikan saja menterinya tanpa perlu warning semacam ini.
"Seharusnya dari sejak awal kabinet yang dibentuk itu sudah harus mengutamakan lebih banyak menteri yang berasal dari profesional dibandingkan menteri dari partai. Sebab sistem presidensial yang kita anut dalam UUD 1945 mendukungnya. Saya kira pemerintahan hasil pemilu 2014 yang akan datang harus memastikan bahwa kabinet yang akan diisi lebih banyak menteri prefesional dari partai demi untuk kepentingan rakyat banyak," pungkasnya.
(van/ndr)










































