Jika Tak Mau Menterinya Urus Parpol, SBY Harusnya Pilih Profesional

Jika Tak Mau Menterinya Urus Parpol, SBY Harusnya Pilih Profesional

- detikNews
Jumat, 20 Jul 2012 05:50 WIB
Jika Tak Mau Menterinya Urus Parpol, SBY Harusnya Pilih Profesional
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melontarkan sindiran bagi menterinya yang sibuk untuk mengurusi parpolnya masing-masing. Fenomena menteri dari parpol yang mengurusi partainya dinilai wajar. SBY seharusnya sejak awal memilih kalangan profesional.

"Kalau buat saya, kalau sudah tahu risikonya, kenapa dia memberi porsi besar bagi menteri dari kalangan parpol. Kan seharusnya bisa diisi kalangan profesional," ujar pengamat politik Burhanudin Muhtadi ketika dihubungi, Kamis (19/7/2012).

Menurut Burhan, pernyataan SBY itu merupakan peringatan kras bagi para menteri-menterinya agar tidak terlalu sibuk mengurus partai. Apalagi, waktu mulai bergulir mendekati Pemilu 2014.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini peringatan keras SBY bagi menteri-menterinya, agar tidak sibuk dan bersembunyi di balik jabatan mereka. Energi dan pikiran kan makin tersedot ke arah 2014," papar peneliti dari LSI ini.

SBY sebelumnya menyerukan bila ada menteri yang merupakan kader parpol merasa tidak sanggup membagi energinya dengan tugas pemerintahan, Presiden SBY mempersilakan untuk mengundurkan diri secara baik-baik dari KIB II.

Β "Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik parpolnya, saya persilahkan baik-baik untuk mengundurkan diri," ujar SBY dalam pengantar pembukaan rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

SBY menegaskan tidak akan menghalangi pengunduran diri menteri yang berasal dari parpol. Jika memang ingin lebih fokus melaksanakan tanggung jawab partai, SBY menyarankan untuk mengundurkan diri agar tugas di pemerintahan tidak terbengkalai. "Kalau itu memang pilihan dan tujuannya jelas, saya tidak bisa menghalang-halangi," tegas SBY.

(/)


Berita Terkait