Ini Cara Anak Nelayan RI Direkrut Jadi Penyelundup Manusia

Ini Cara Anak Nelayan RI Direkrut Jadi Penyelundup Manusia

Dhurandhara - detikNews
Kamis, 19 Jul 2012 20:14 WIB
Ini Cara Anak Nelayan RI Direkrut Jadi Penyelundup Manusia
Jakarta - Ratusan anak-anak Indonesia yang menjadi nelayan ditahan oleh pemerintah Australia karena dianggap melanggar batas perairan negara kanguru tersebut. Mereka juga dituduh menyelundupkan manusia yang ingin mencari suaka ke negara itu.

Anak-anak nelayan ini direkrut oleh sebuah sindikat tertentu. Hanya saja, selama pelayaran, mereka sama sekali tidak pernah mencari ikan seperti bagaimana tugas seorang nelayan semestinya, tapi untuk menyelundupkan orang-orang yang ingin mencari suaka. Lalu, seperti apa modus rekrutmen anak-anak ini?

"Jadi yang dicari memang anak-anak di bawah umur. Mereka diambil dari wilayah pesisir pantai dan wilayah-wilayah miskin. Dengan iming-iming gaji tinggi, tertariklah mereka untuk ikut," ujar pengacara para anak nelayan, Lisa Hiariej, Kamis (19/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lisa merupakan salah satu pengacara dari anak-anak nelayan yang tertangkap di Australia. Hal ini disampaikan Lisa usai konferensi pers '408 Nelayan Indonesia Ditahan di Australia Akibat Dugaan Penyelundupan Pengungsi' di kantor Human Rights Working Group (HRWG), Jiwasraya Building lobby room, Jl RP Soeroso 41, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Hadir dalam acara ini 2 anak-anak yang menjadi nelayan yang pernah ditangkap pemerintah Australia.

Lisa menerangkan, jika sindikat yang merekrut itu biasanya berasal dari Timur Tengah. Mereka mengambil para anak-anak dari daerah pesisir dengan asumsi bahwa mereka mengenal medan perairan.

"Itu orang timur tengah, bergerak cari orang di Indonesia. Kalau nelayan itu kan tahu celahnya, lewat perairan mana yang aman," papar Lisa.

Namun tidak serta merta gaji yang tinggi itu dibayarkan kepada anak-anak tersebut. "Klien saya ditwari gaji Rp 20 juta, tapi belum dibayar sampai sekarang," tambah Lisa.

Sementara itu, Wakil Direktur HRWG Choirul Anam menjelaskan pola rekrutmen dari anak-anak nelayan yang sudah memberikan testimoni. Anak-anak ini direkrut dari teman yang dikenalnya.

"Jadi temannya datang, dengan iming-iming gaji besar. Tapi ditengah jalan nanti, temannya putar balik, dia disuruh lurus. Nanti ditengah jalan mereka angkut orang-orang pencari suaka itu untuk diselundupkan. Mereka cuma jadi ABK (Anak Buah Kapal)," jelas Anam.

(ndr/ndr)


Berita Terkait