Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo mengatakan, analisa wajah pelaku masih dilakukan oleh para ahli setempat. Jika kesulitan, Polda akan meminta bantuan Mabes Polri.
"Masih didalami dan dianalisa. Ini membutuhkan waktu lama," kata Sabar di Mapolda DIY, Kamis (19/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sketsa wajah ini diperlukan, karena dalam rekaman CCTV, wajah pelaku tidak tergambar dengan jelas. Polda DIY telah memeriksa sebanyak 3 saksi yang merupakan 2 karyawan dan 1 satpam BRI.
Perampokan terjadi di kantor kas BRI RS dr Sardjito sekitar pukul 07.10 WIB. Penanggung jawab kantor kas, Sukamti, diancam seorang yang mengenakan syal sesaat setelah tiba di kantor. Jika tidak menyerahkan tas, maka bom akan diledakkan. Setelah berhasil merebut tas Sukamti yang berisi Rp 155 juta, pelaku kabur dan meninggalkan tas yang ia akui sebagai bom.
Oleh polisi, tas itu kemudian diledakkan di tong khusus milik Gegana. Ledakan sempat merusak eternit kantor kas BRI tersebut. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
(trw/trw)











































