Kejadian itu sempat menghebohkan warga sekitar yang baru akan memulai aktifitas di luar rumah. Dari lantau dua terlihat PRT asal desa Deket, Lamongan, Jawa Timur itu tengah bersiap melompat.
"Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 08.30 WITA. Dia (korban) saya selamatkan pakai tangga," ujar kepala lingkungan, Herry Habsi saat dihubungi detikcom, Kamis (19/7/2012).
Menurut Habsi, butuh waktu sekitar dua jam untuk menurunkan wanita bertubuh kurus ini dari atap rumah keluarga Woinalang-Waleleng, tetangga majikannya.
"Kami terkendala dengan bahasa, dia hanya mengerti bahasa Jawa saja, hingga harus memanggil orang Jawa untuk berbicara. Selanjutnya kami serahkan ke Polsek Wenang," terangnya.
Rina, saat ditemui di Mapolsek Wenang mengaku stres dan ketakutan dengan perlakuan majikannya yang selalu memukulnya. Gajinya pun selama 3 bulan tidak dibayarkan.
"Stres mas, wong aku disikso terus, dipukuli, gaji 3 bulan ora dibayar (stres mas, saya disiksa terus, dipukuli, gaji 3 bulan tidak dibayar)," katanya.
Dia kemudian meminta dipulangkan saja ke Lamongan untuk berkumpul kembali dengan suami dan dua anaknya. "Gak tahan dengan siksaan mas. Pengen pulang saja ke desa," tandasnya.
Sementara, Kapolsek Wenang Kompol AV Montung saat dikonfirmasi mengatakan telah memanggil Aziz (65) dan Sheila Monoarfa (60), majikan Rina, untuk dimintai keterangannya.
"Mereka sepakat untuk menanggung seluruh biaya kepulangan korban sampai ke desanya," terang Montung.
(trw/trw)











































