Nah, soal urusan arus mudik dan arus balik itu, Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kemacetan pada ruas jalur mudik di Pulau Jawa. Apa saja?
Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Pudji Hartanto mengatakan, beberapa potensi penyebab kemacetan adalah penambahan Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berjumlah 512 titik tersebar di seluruh Jawa, 7 titik daerah rawan banjir, 578 titik rumah makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Pudji mengatakan, ada 74 titik jalan rusak, penambahan 797 titik masjid dan terakhir adalah meluapnya jumlah pasar tumpah tahun ini yang mencapai 44 titik.
"Kami akan berinovasi bagaimana masyarakat bisa membeli ini agar lebih inovatif, tidak menyebabkan kemacetan, di Pantura saja pasar tumpah ini ada 12 titik," ungkapnya.
Seperti diketahui, tahun ini pemerintah gencar mempersiapkan hal-hal untuk mengantisipasi kemacetan, contohnya dengan percepatan perbaikan jalan.
Jumlah pemudik yang menggunakan jalan darat tahun ini diprediksikan akan naik menjadi 5,6 Juta orang, jalur kereta api sebesar 2,2 Juta orang, jalur laut sebesar 1,5 juta orang, jalur udara sebesar 3,2 juta orang dan jalur danau atau sungai menjadi 3,3 juta orang.
(zul/ndr)











































