"Pak SBY sudah sama dengan kita. Batas kesabaran beliau habis. Wajar beliau kerja 1x24 jam saja kurang, sedangkan menteri itu kurang fokus. Jadi warning terakhir ini harus benar-benar diperhatikan," kata Ketua Divisi PD Ruhut Sitompul kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Menurut Ruhut, bisa saja yang dituju adalah ketua umum parpol di kabinet. Atau menteri yang sibuk berkampanye untuk parpolnya.
"Barangkali yang pada mau nyapres mereka itu kok pada nggak ngaca. Jadi fokus saja ngurus pekerjaannya atau sekalian fokus ngurus partai mundur dari kabinet. Barangkalai ketum-ketum parpol di kabinet itu hitung saja. Hanya Pak SBY yang tahu maksudnya siapa itu," kata Ruhut.
Kalau kemudian imbauan SBY tak digubris, menurut Ruhut, bisa saja SBY mengambil tindakan. Atau melakukan reshuffle kabinet demi efektifitas pemerintahan.
"Bisa saja ada reshuffle tapi itu kan hak prerogatif presiden. Yang jelas diharapkan para menteri bersyukur diberikan kesempatan lakukan kepercayaan Pak SBY itu dengan sungguh-sungguh," pungkasnya.
(van/tor)











































