Isu SARA di Pilgub DKI 2012 Tak Baik Bagi Demokrasi Indonesia

Isu SARA di Pilgub DKI 2012 Tak Baik Bagi Demokrasi Indonesia

Pandu Triyuda - detikNews
Kamis, 19 Jul 2012 17:32 WIB
Isu SARA di Pilgub DKI 2012 Tak Baik Bagi Demokrasi Indonesia
Jakarta - Kekhawatiran muncul dari salah satu fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto, menjelang pelaksanaan putaran kedua pilgub DKI 2012. Menurut Bima, isu SARA yang berkembang tidak baik untuk kehidupan demokrasi di Indonesia.

"Kita khawatirkan kalau isu utamanya adalah SARA, kalau itu isu naik, demokrasi kita mundur," ujar Ketua DPP PAN bidang politik itu kepada wartawan usai mengikuti acara diskusi dan evaluasi publik 'Masih Patutkah Survey Publik Dipercaya' di Jakarta media center (JMC), Jalan kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2012).

Bima mengingatkan agar tidak ada cagub dan cawagub yang mempergunakan isu SARA sebagai bagian dari strategi kemenangan. Menurutnya akan lebih baik jika pasangan cagub cawagub mengedepankan intelektualitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapapun kandidatnya itu jangan pake isu SARA. Kita alirkan ke politik, jangan SARA. Kita harap putaran kedua adu gagasan dan otak, jangan adu yang lain," kata lulusan ilmu politik Australian University ini.

Bima juga mengatakan isu SARA tidak akan melemahkan Jokowi-Ahok yang selama ini kerap disebut sebagai pihak yang menjadi sasaran. Apalagi jika euforia kemenangan pada putaran pertama masih terus berlanjut. "Kalau euforia masih berlanjut, Foke kalah," pungkasnya.

(tor/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini