2 Pesawat Rusia Jatuh, 88 Orang Belum Diketahui Nasibnya

2 Pesawat Rusia Jatuh, 88 Orang Belum Diketahui Nasibnya

- detikNews
Rabu, 25 Agu 2004 11:02 WIB
Jakarta - Dunia penerbangan kembali dilanda musibah. Sebuah pesawat Rusia jatuh dan pesawat lainnya menghilang dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Belum jelas bagaimana kondisi para penumpang dan awak kedua pesawat akibat kejadian yang hampir bersamaan itu.Sejauh ini belum ada berita apakah ada yang selamat dari musibah itu. Tercatat lebih dari 80 penumpang plus kru dalam kedua pesawat naas itu. Sebuah sumber pengawas udara menuturkan bahwa kemungkinan adanya serangan teroris dalam peristiwa ini tidak bisa diabaikan. Pasalnya ada laporan bahwa telah terjadi ledakan di salah satu pesawat.Pesawat Tu-134 yang mengangkut 34 penumpang dan delapan awak, tengah dalam perjalanan dari ibukota Moskow menuju kota Volgograd di Rusia selatan, ketika mendadak hilang dari layar radar, Selasa (24/8/2004) larut malam waktu setempat. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Emergensi Rusia, Marina Ryklina seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (25/8/2004). Namun bagian ekor pesawat kemudian ditemukan di dekat desa Buchalki di wilayah Tula, sekitar 180 kilometer sebelah selatan Moskow. Belum diketahui bagaimana nasib para penumpang dan awak pesawat.Para saksi mata melaporkan terjadinya ledakan di atas pesawat sebelum jatuh ke bumi. Demikian menurut kantor berita Rusia, Interfax. Hanya beberapa menit setelah kejadian tersebut, pesawat Tu-154 hilang di dekat kota Rostov-on-Don, Rusia selatan. Pesawat yang mengangkut 46 orang itu tengah dalam perjalanan dari Moskow menuju resor Sochi, Laut Hitam. Menurut maskapai Sibir, pesawat itu mengangkut 38 penumpang dan delapan kru.Kedua pesawat itu satu per satu menghilang dari layar radar hanya berselang beberapa menit. Tidak menutup kemungkinan ini merupakan tindakan teroris. Demikian ungkap sumber di pusat pengawas udara di Moskow. Presiden Rusia Vladimir Putin langsung memerintahkan dinas keamanan untuk menyelidiki kedua kejadian ini. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini