Niat hati bersuci menjelang Ramadan, puluhan pengunjung pantai Parangtritis justru menuai masalah. Mereka disengat ubur-ubur saat mengikuti tradisi padusan di Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.
Sejumlah pengunjung tergopoh-gopoh setengah berlari menuju posko SAR Parangtritis, Bantul, Kamis (19/7/2012). Sebagian lainnya harus dipapah personel SAR seraya meringis menahan sakit.
Para pengunjung yang masih basah kuyup ini rata-rata mengaku kulitnya seperti terbakar dan nyeri di persendian. Mereka diminta berbaring bersama belasan korban lain di bawah tenda tepat di depan posko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para korban ubur-ubur ini mendapat perawatan tradisional dengan cara digosok ramuan campuran cabai dan minyak kayu putih.
Menurut komandan SAR Parangtritis Ali Susanto, pihaknya sudah mengingatkan melalui pengeras suara dan patroli agar pengunjung waspada. "Tapi yang namanya padusan kan mereka tetap pengin mandi. Kalau pun kami larang, mereka kembali ke air lagi," katanya.
Ali menyatakan, sejak pagi hingga pukul 15.00 WIB, pihaknya merawat tidak kurang dari 60 korban ubur-ubur. Hingga Kamis sore, ratusan warga masih terus berdatangan untuk melaksanakan ritual padusan ke pantai Parangtritis.
"Di banding tahun lalu, padusan kali ini lebih sepi. Mungkin karena ada perbedaan awal puasa," tutup Ali.
(trw/trw)










































