Sekjen PKS Anis Matta menilai mantan wapres Jusuf Kalla (JK) sangat pantas berlaga di Pilpres 2014. JK dipandang sebagai politisi senior yang masih sangat populer.
"Saya kira beliau pantas, dan beliau seorang yang kualifikasi leadershipnya sangat kuat. Beliau sangat lincah, secara fisik juga masih sehat. Beliau sangat pantas menjadi capres. Kalau popularitasnya saya kira oke karena beliau sangat aktif dengan kegiatan kepedulian kepada rakyat," kata Anis kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Menurut Anis, popularitas JK tak bisa diremehkan. JK terus muncul dalam berbagai kegiatan publik selama tiga tahun terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anis menilai tak selayaknya usia dijadikan penghalang majunya seorang tokoh dalam Pilpres 2014. Menurutnya masih banyak kandidat capres yang sudah berumur tapi masih semangat.
"Kita jangan mempermasalahkan orang tua tapi berjiwa muda. Contohnya Pak Prabowo, Pak JK itu kan berjiwa muda. Lebih bagus kita berikan kesempatan yang lebih luas. Jadi umur jangan jadi deferensiasi di publik, nggak ada soal umur, pemisahan dengan umur itu tidak masalah bagi publik," tutur Anis.
Lebih jauh, Anis mendorong adanya insentif konstitusi. Dalam arti menurunkan angka Presidential Threshold (PT) sampai titik Parlementary Threshold (PT). Sehingga partai yang lolos ke parlemen berhak mengajukan capresnya.
"Persyaratan pencapresan bisa diturunkan. Contohnya Gerindra, Nasdem, kalau dia lolos PT bisa memunculkan capres. Justru dengan calon presiden yang makin banyak itu tingkat representasi di masyarakat lebih tinggi. Itu mencerminkan demokrasi yang lebih bagus," pungkasnya.
(van/tor)











































