Awas! Ubur-ubur Intai Tradisi Padusan Jelang Ramadan di Parangtritis

Awas! Ubur-ubur Intai Tradisi Padusan Jelang Ramadan di Parangtritis

M Afifi - detikNews
Kamis, 19 Jul 2012 11:02 WIB
Awas! Ubur-ubur Intai Tradisi Padusan Jelang Ramadan di Parangtritis
Ubur-ubur berserakan di pinggiran Pantai Parangtritis (m afifi/detikcom)
Bantul - Pantai Parangtritis, Bantul, selalu menjadi tempat favorit bagi umat muslim untuk melaksanakan tradisi padusan atau bersuci menyambut bulan suci Ramadan. Tapi awas, pantai di selatan Yogyakarta itu kini sedang musim ubur-ubur.

Keputusan PP Muhammadiyah yang menyatakan awal puasa dimulai Jumat (20/7/2012) besok membuat sebagian umat muslim di Yogyakarta dan sekitarnya diperkirakan akan memenuhi pantai Parangtritis siang hingga sore nanti, Kamis (19/7/2012).

Demi mengurangi risiko sengatan ubur-ubur, Kamis pagi, SAR Pantai Parangtritis menyisir sepanjang bibir pantai dan memunguti ubur-ubur yang terdampar di daratan. Setidaknya dua ember ubur-ubur berwarna kebiruan itu berhasil diamankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris SAR Parangtiris, Taufik M Faqi mengatakan, pergerakan yang mengikuti arus gelombang membuat ubur-ubur mudah tersapu ke daratan. Hewan laut ini bisa bertahan hidup beberapa jam di daratan terutama jika cuaca mendung.

"Pengunjung harus waspada karena tidak hanya ada di perairan tapi juga di pasir-pasir pinggir pantai. Jika melihat benda berwarna biru transparan, berbentuk seperti payung jangan di sentuh," jelas Taufik.

Berdasar data SAR Parangtritis, dalam dua minggu terakhir ada 216 orang yang mendapat perawatan karena sengatan ubur-ubur. Korban sengatan ubur-ubur rata-rata mengaku menderita panas di permukaan kulit dan nyeri di persendian. Taufik menyatakan, tidak semua korban ubur-ubur datang ke posko SAR untuk meminta perawatan.

"Saya yakin jumlahnya lebih banyak dari data yang kami punya. Bahkan ada juga korban yang sampai kejang," tegasnya.

Taufik mengimbau para pengunjung terutama orangtua yang mengajak anak-anak waspada karena anak-anak biasanya tidak kuat menahan rasa sakit. Untuk memberi peringatan kepada pengunjung, SAR memajang sejumlah ubur-ubur dalam botol plastik berisi air di depan posko SAR.

"Biar pengunjung tahu ciri dan bentuk ubur-ubur," kata Taufik.

Sementara itu, Komandan SAR Parangtritis Ali Sutanto menyebut pihaknya mendapat tambahan personel dan perlengkapan dalam rangka pengamanan tradisi padusan. Tambahan personel berasal dari SAR DIY, Polairud dan Protary 4x4 club. Persiapan pengamanan padusan sudah dimulai sejak Rabu (19/7) dengan memasang sejumlah rambu larangan mandi di laut.

"Kami mengimbau agar pengunjung tidak mandi terlalu ke tengah karena banyak palung berbahaya. Apalagi beberapa hari terakhir laut selatan sedang terjadi gelombang tinggi," tutup Ali.

(trw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini