"Kami memberikan dukungan penuh kepada UGM (Universitas Gadjah Mada) dan Unair (Universitas Airlangga) untuk menindak pelaku dan mengusut jaringannya. Mungkin saja ada mastermind di balik itu," kata M Nuh kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2012).
Menurut M Nuh, praktik perjokian telah mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Dia berharap praktik kotor tersebut dapat segera terungkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya panitia pengawas seleksi masuk Fakultas Kedokteran Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengungkap praktik perjokian. Sekitar 52 orang ditangkap karena diduga terlibat kasus ini.
"Iya benar, ada 52 orang yang tertangkap," kata Rektor UGM, Pratikno, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (13/7).
UGM, kata Pratikno, berkomitmen untuk terus mengungkap praktik semacam ini. Bahkan, kampus negeri itu sedang mengembangkan sebuah alat untuk mendeteksi joki saat seleksi masuk.
"Makanya kita berkomitmen, para joki itu masuk black list, tertutup untuk mereka, sudah habis," tegasnya.
Sedangkan Unair melaporkan seorang mahasiswanya ke polisi karena diduga menjadi joki.
(trq/nrl)











































