"Bagi Golkar sendiri DKI ini neraka. Karena tahun 2004, Golkar hanya dapat 9,2 persen dan 2009 jadi 7,2 persen. DKI yang sama sekali wilayah yang sulit bagi partai Golkar. Buktinya Agung Laksono yang Ketua DPR tak bisa masuk ke DPR. Jadi betul-betul DKI pilkada cerminan politik lokal dan politik nasional. Yang terjadi di Jakarta suatu pukulan kelas menengah ke atas terhadap performa Golkar selama ini,"kata Ketua Balitbang DPP Golkar, Indra J Piliang,dalam dialog kenegaraan DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Indra mengungkap kenapa pasangan Alex-Nono yang diusung. Padahal Tantowi Yahya popularitasnya lebih baik dan nyaris melewati Fauzi Bowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu, Indra melihat fenomena munculnya Jokowi cukup unik. Dia yakin akan bermunculan tokoh muda seperti Jokowi ke depan.
"Fenomena kehadiran Jokowi bisa hadir dikala pilpres. 80 persen masyarakat kita masih haus tokoh-tokoh baru. Jokowi kelebihannya, punya konsultan tapi konsultan tak memasker wajahnya. Yang dijual justru keluguannya dan kepolosannya. Kalau Faisal harus ditemani oleh timnya. Barangkali masyarakat Jakarta membutuhkan figur yang unik,"pungkasnya.
(van/mpr)











































