Jakarta 'Neraka' Bagi Golkar

Jakarta 'Neraka' Bagi Golkar

- detikNews
Rabu, 18 Jul 2012 14:41 WIB
Jakarta Neraka Bagi Golkar
Jakarta - Partai Golkar punya rekor buruk dalam Pilgub DKI Jakarta. Jakarta dianggap sebagai wilayah 'neraka' bagi Golkar.

"Bagi Golkar sendiri DKI ini neraka. Karena tahun 2004, Golkar hanya dapat 9,2 persen dan 2009 jadi 7,2 persen. DKI yang sama sekali wilayah yang sulit bagi partai Golkar. Buktinya Agung Laksono yang Ketua DPR tak bisa masuk ke DPR. Jadi betul-betul DKI pilkada cerminan politik lokal dan politik nasional. Yang terjadi di Jakarta suatu pukulan kelas menengah ke atas terhadap performa Golkar selama ini,"kata Ketua Balitbang DPP Golkar, Indra J Piliang,dalam dialog kenegaraan DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Indra mengungkap kenapa pasangan Alex-Nono yang diusung. Padahal Tantowi Yahya popularitasnya lebih baik dan nyaris melewati Fauzi Bowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tantowi Yahya sudah mampu mendekati Fauzi Bowo angka terakhir 22 persen, yang namanya parpol kan dinamis kenapa tidak muncul, karena Golkar hanya 7 kursi sementara butuh 15 kursi untuk mengusung dan yang membawa 8 kursi ini bawaan Pak Alex yang melobi PPP dan PDS. Ini yang sebabkan Alex-Nono diusung. Dari elektabilitas rendah modal Pak Alex hanya berapa persen seminggu sebelum Pilgub hanya 3 persen kalau dapat 5 berarti sudah hebat,"ungkapnya.

Lebih dari itu, Indra melihat fenomena munculnya Jokowi cukup unik. Dia yakin akan bermunculan tokoh muda seperti Jokowi ke depan.

"Fenomena kehadiran Jokowi bisa hadir dikala pilpres. 80 persen masyarakat kita masih haus tokoh-tokoh baru. Jokowi kelebihannya, punya konsultan tapi konsultan tak memasker wajahnya. Yang dijual justru keluguannya dan kepolosannya. Kalau Faisal harus ditemani oleh timnya. Barangkali masyarakat Jakarta membutuhkan figur yang unik,"pungkasnya.

(van/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads