"Memang ada informasi itu. Tapi masih kita cek dan ricek lagi. Supaya nggak salah-salah," kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Soemarno saat dihubungi detikcom, Rabu (18/7/2012).
Soemarno mengatakan pihaknya masih mencoba menghubungi Kapolres Donggala. Namun hingga siang ini belum terhubungkan dengan Kapolres sehingga bagaimana cerita rinci mengenai penembakan itu belum diterima Soemarno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
detikcom mencoba menghubungi Kapolres Donggala AKBP Dicky Aryanto. Namun telepon selulernya tidak bisa dihubungi.
Informasi yang dikumpulkan, warga Desa Kamonji, Donggala, berunjuk rasa di sebuah perusahaan tambang. Warga menolak rencana eksploitasi tambang bijih emas di daerah tersebut.
Warga yang hendak memasuki kawasan konsesi sebuah perusahaan penambang dihadang polisi. Sempat terjadi kerusuhan hingga polisi mengeluarkan tembakan dan mengenai 5 warga.
Amarah warga berawal dari pengklaiman kepemilikan konsesi pertambangan bijih emas di atas tanah seluas 5.000 hektare oleh perusahaan pertambangan di daerah itu. Lahan itu meliputi wilayah perkebunan di 18 desa di dua kecamatan yakni Kecamatan Balaesang Tanjung dan Kecamatan Balaesan.
(gus/nrl)










































