Bersepeda 9 Hari, Pelajar IPM Jember Serahkan Koin Sumbangan ke KPK

Bersepeda 9 Hari, Pelajar IPM Jember Serahkan Koin Sumbangan ke KPK

- detikNews
Rabu, 18 Jul 2012 11:41 WIB
Bersepeda 9 Hari, Pelajar IPM Jember Serahkan Koin Sumbangan ke KPK
Rombongan IPM Jember (Foto: Fajar/detikcom)
Jakarta - Sembilan orang dari organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan gerakan sosial yang dinamakan 'Gerakan Nilai Tanpa Angka'. Mereka bersepeda selama 9 hari demi mengantar sumbangan koin untuk gedung baru KPK.

Pantauan detikcom di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2012), 9 pelajar IPM tersebut tiba di KPK pukul 10.45 WIB. Rombongan itu diterima langsung oleh Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas.

Rombongan itu mengenakan kaos putih bertuliskan IPM Jember di bagian dada sebelah kiri. Sedangkan sepeda yang mereka kendarai adalah sepeda onthel model kuno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah seorang dari rombongan itu membawa botol air mineral 1,5 liter yang berisi koin sumbangan untuk gedung KPK. Botol berisi koin itu akan diserahkan ke posko saweran untuk gedung KPK yang ada di sana.

"Keberangkatan kami ini, pada saat berangkat, banyak yang bilang tidak mungkin sampai Jakarta. Banyak yang bilang masa iya bocah-bocah dari Jember bisa sampai Jakarta, namun kami bisa sampai juga. Ini seperti yang ada di KPK. Korupsi itu kan besar, seolah-olah tidak bisa diberantas, tapi akhirnya jika memiliki kemauan bisa diberantas juga," kata ketua rombongan yang juga Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jember, Agus Hamdani.

Agus menceritakan perjalanan rombongannya tidak mudah. Menempuh perjalanan selama 9 hari sejak tanggal 8 Juli 2012, mereka sempat transit di beberapa tempat selama perjalanan. Mereka beristirahat di kantor-kantor IPM tiap kabupaten.
 
Mereka juga sempat mengalami kecelakaan di Pasuruan, Jawa Timur, namun tetap bersemangat melanjutkan perjalanan. "Kami tetap melanjutkan," ujar Agus.

Rombongan sepeda onthel itu terdiri dari pelajar berbagai tingkat yang terdiri dari pelajar SMP, SMA dan universitas. Paling muda, ada anggota rombongan yang masih kelas 2 sekolah menengah pertama.

Sesampainya di KPK, mereka langsung menyerahkan botol mineral berisi koin ke posko. Koin yang menjadi isi botol itu merupakan sumbangan masyarakat yang mereka kumpulkan selama di perjalanan.

"Kami membawa botol ini. Botol berisi koin ini kami dapatkan dari mengumpulkan uang dari publik selama di jalan," tutur Agus. Agus tidak mengetahui berapa jumlah koin sumbangan itu karena tidak pernah menghitung.

(tor/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini